Health - Remaja Putri Beresiko Anemia

Hati Hati Remaja Putri Lebih Beresiko Kena Anemia

Sumber foto : pinterest organicaromas.



Anemia adalah di mana kondisi tubuh kita kekurangan sel darah merah, sementara sel darah merah berisikan hemoglobin yang sangat penting bagi tubuh untuk mengangkut oksigen keseluruh jaringan tubuh.

Jika sel darah merah kita kurang, maka oksigen tidak bisa menyebar ke seluruh jaringan tubuh yang membutuhkannya. Sehingga organ tubuh tersebut tidak dapat berfungsi dengan maksimal sebagaimana mestinya. 

Anemia bisa terjadi pada remaja putra maupun remaja putri, tetapi remaja putri lebih beresiko terkena anemia. Dikarenakan remaja putri setiap bulannya mengalami menstruasi. 

Pada saat menstruasi banyak sel darah merah yang dikeluarkan tergantung berapa lama dan berapa banyak darah yang dikeluarkan, semakin banyak dikeluarkan semakin banyak pula remaja putri tersebut membutuhkan sel darah merah. 

Menurut World Health Organization (WHO) kadar normal Hemoglobin (Hb) remaja putra yaitu 14-18 g/dL sedangkan remaja putri 12-16 g/dL.
Tiga penyebab anemia :
1. Kurangnya konsumsi Protein, Asam Folat, Vitamin B12, dan Zat besi
2. Perdarahan yang diakibatkan menstruasi dan kecelakaan
3. Adanya penyakit seperti Kecacingan, TBC, Malaria, dan Thalasemia 


Anemia ditandai dengan 5L :
1. Lemah
2. Lesu
3. Letih
4. Lelah
5. Lalai.

Terdapat juga tanda lainnya, seperti pusing, sulit konsentrasi, penurunan imunitas atau daya tahan tubuh, mata berkunang-kunang, telapak tangan dingin, nyeri dada, mudah lupa dan pada remaja putri dapat terjadi resiko tinggi masalah saat hamil dan melahirkan. 

Tanda yang lebih menonjol lainnya terlihat pada fisik, yakni : wajah. Kelopak mata atau konjungtiva, telapak tangan, lidah, kuku terlihat lebih pucat atau terlihat lebih putih kekuningan. 
Bagaimana cara kita mencegah anemia? 
1. Banyak megkonsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti : daging merah, ikan, kuning telur, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan buah-buhan 
2. Banyak konsumsi makanan atau minuman yang mengandung vitamin B12 seperti : susu, tempe, dan tahu
3. Banyak konsumsi makanan yang mengandung vitamin C
4. Perhatikan menstruasi, jika terasa berlebihan dan waktu lama segera pergi ke dokter
5. Minum obat cacing sesuai waktu, agar tidak terjadi kecacingan
6. Minum suplemen tambah darah.
 
Jika merasakan gejala seperti yang tertera di atas segeralah pergi ke
dokter.

Jangan sepelekan anemia. Karena anemia tahap pertama tidak terlihat gejalanya, gejala terlihat jika kita sudah mengalami anemia yang cukup parah. 

Anemia juga bukan penyakit yang sulit untuk kita cegah, karena tahap pencegahannya juga mudah seperti makan-makanan yang bergizi. 

Oleh karena itu mari bersama kita mencegah anemia karena sebagai seorang remaja kita harus tetap sehat, cerdas, dan produktif. 

Penulis : 

Melina Zafira Yasmin Br. Sitepu (Mahasiswi UIN Sumatera Utara ).


DPL : Dr. Adenan Ritonga, MA

Referensi : 
SehatQ (11 Februari 2020) Mengenali Ancaman Anemia pada Remaja agar Bisa Diwaspadai https://www.sehatq.com/artikel/mengenali-ancaman-anemia-pada-remaja-agar-bisa-diwaspadai 
Halodoc.com (31 Maret 2020) Ini Cara Mencegah Anemia pada Anak Remaja https://www.halodoc.com/artikel/cara-mencegah-anemia-pada-anak-remaja 
Alodokter (31 Agustus 2019) Anemia https://www.alodokter.com/anemia