Entertain - Dari Horas Amang Ke Gangsta in Love, Kita Tunggu

Dari Horas Amang Ke Gangsta in Love: aktor Dendi Tambunan: Kita Tunggu

Anak Kisaran bertarung di Jakarta jadi aktor layar lebar. Dendi Tambunan saat bersama Nurkarim Nehe Rabu (1/7) malam di Pondok Wak Labo Kisaran Timur.


Dendi Tambunan anak Kisaran setelah main di film layar lebar Horas Amang bersama aktor senior Cok Simbara, Tanta Ginting, Jack Marpaung, Novita Dewi Marpaung dan Piet Pagau (2019) melangkah ke film action.

Bincang bincang dengan motivator Nurkarim Nehe,MSP  di Pondok Wak Labo Kisaran, Rabu (1/7) malam, Dendi datang ditemani gurunya dari SMKN 2 Kisaran Sasrawana Tanjung dan Johan Nasution dan temannya Rolan. Nehe didampingi Yudi SP dan Makni Yan Qreetink. Dendi akan bertolak ke Jakarta Kamis (2/7) sore.

Dendi yang awalnya ke Jakarta untuk kuliah dan bekerja, tergoda melirik teater. Sejak 2016 Dendi masuk Regukerja teaternya Didi Petet.


Anak Asahan yang sedang bersinar bintangnya saat mampir di Callisto Kisaran Selasa (30/6) sore.


GANGSTA IN LOVE.

Di film laga yang lagi proses pengambilan gambar (sekitar 80 persen berjalan) kemampuan akting Dendi Tambunan alumni SDN4 Selawan Kisaran Timur ini akan dijajal oleh kawakan film yg baru ada Randy Pangalila, Rey Sahetapi, Joana Alexandra, Maudy Efrosina.

"Dulu dilatih karate oleh Simpai M Saleh Malawat,"kenang Dendi sambil mengembangkan senyum.

Porsi peran Dendi di Gangsta in Love lebih besar daripada di Horas Amang. Tak tahu apakah karena kulit halus, tubuh tinggi atletis, rahang Batak, tatapan mata elang terakumulasi dalam raut lembut membuat Dendi dapat peran kunci di Gangsta in Love.

"Orang teater memiliki stabilitas kuat dalam mengharungi kehidupan. Yakinlah dengan usaha. Perhatikan schedulle perkuliahan,"ujar Nehe menyemangati Dendi.

Alumni SMKN 2 Seirengas Kisaran ini baru berkutat di semester enam karena sempat off akibat bertarung hidup di Jakarta.

Nehe kemudian menghubungkan Dendi ke Sekum DPP Kerukunan Keluarga Kisaran (KKK) di Jakarta Bachtiar Dewantara dan pengurus KKK Jabodetabek Nazri Lubis. "Untuk anak anak yang merantau ke Jakarta ada orangtua di sana. Mereka responsif dengan perjuangan anak anak Asahan meraih impian di ibukota, juga daerah lainnya di Indonesia,"ujar Nehe. *DN