Life - Nikah New Tradisi Era Pandemi

Adat ketimuran dalam konteks silaturahmi nyaris tak bisa lepas dengan keramaian, termasuk peresmian pernikahan. 



Nikah di era pandemi. Ayu&Obbie. Foto Din


Selain untuk peresmian juga berkumpulnya dua keluarga besar kedua mempelai, tetangga, kolega, handai tolan. 

Di masa pandemi ini, tradisi turun temurun dimaksud harus berdamai dengan keadaan. Untuk seremoni Akad Nikah tidak ada masalah. 

Inti pernikahan menurut ajaran Islam adalah pelaksanaan Akad Nikah, proses hukum yang melegalkan sepasang manusia membentuk mahligai rumah tangga. 

Terbentuknya mahligai rumah tangga baru ini harus disiarkan, diumumkan ke khalayak. Inilah tujuan utama sejak dahulu diselenggarakannya pesta pernikahan antara lain diisi acara adat tradisi. Dampak positifnya adalah mempererat tali silaturahmi. 

Meski tidak seperti biasanya, pesta atau resepsi pernikahan tetap dilangsungkan namun mengelakkan keramaian seperti biasa. 

Protokol kesehatan pun dilaksanakan dengan cermat. Seperti pasangan Ayu&Obbie di seputaran Kecamatan Air Putih Kabupaten Batubara, Minggu 20 September 2020, melaksanakan Akad Nikah dilanjutkan resepsi. 

"Minimal keluarga inti, kolega, tetangga. Tak terelakkan harus dibuat sebagai bentuk syukur. Tapi kita batasi dan mohon sangat untuk mematuhi protokol terkait Covid19," ujar Ny.Hanim, ibunda Ayu, yang punya hajatan. 
Cuplikan video resepsi nikah Ayu&Obie yang sangat memperhatikan jarak. Tamu terbatas. Adaptasi Kebiasaan Baru.