Awas Bencana Air

Awas Bencana Air

Awas Bencana Air


Warragamba,Australia, contoh pengelolaan air dunia yang baik

Kawasan yang memiliki populasi aneka ragam pepohonan tentu menyimpan banyak air sehingga tanaman di atasnya tumbuh subur.

Secara teratur sebagaimana sifat air mencari tempat rendah begitu juga di dalam tanah mengisi rongga dan keluar lewat apa yang disebut mata air, lantas mengumpul di alur kecil; ada yang pergi ke lembah melalui parit juga langsung ke anak sungai dan sungai.

Begitu sibuknya pasukan air ini bahkan sampai ada yang "melompat" atau disebut air terjun, mampu memutar turbin penghasil listrik, mengairi sawah dan ladang, sumber air bersih dan kebutuhan makhluk hidup namun kadang air dalam jumlah dan keadaan tertentu bisa jadi musibah bagi manusia.

Cukup sampai di situkah kesibukan air? Oh ternyata tidak sebab dia terus menggeliat dari permukaan telaga, danau, sungai dan lautan air menguap naik menuju langit.

Ternyata langit sangat terlalu jauh dari permukaan bumi sehingga air yang berhasil dalam "penyamaran" dengan gerak penguapan tidak sanggup meneruskan perjalanan ke langit. Mereka berhenti di ketinggian tertentu berubah jadi awan dan kabut.

Matahari yang membantu air dalam proses penguapan kemudian menolong mereka turun ke bumi sebagaimana kejadian yang disebut hujan.

Agaknya mencermati kisah di atas kembali ke pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. Siklus Air.

Air begitu dekat dan akrab dengan manusia. Saking akrabnya bahkan air membantu proses metabolisma tubuh manusia. Bangun tidur segera mencari air. Minum. Mandi. Berwudhuq bagi muslim. Sarapan dan hampir sepanjang hari sampai jelang tidur manusia membutuhkan air. Sampai sampai dokter menganjurkan penuhilah standard minimal konsumsi air setiap hari.

Wikipedia menjelaskan bahwa dari sudut pandang biologi, air memiliki sifat-sifat yang penting untuk adanya kehidupan. Air dapat memunculkan reaksi yang dapat membuat senyawa kimia melakukan replikasi. Semua makhluk hidup yang diketahui memiliki ketergantungan terhadap air. Air merupakan zat pelarut yang penting untuk makhluk hidup dan adalah bagian penting dalam proses metabolisma. Air juga dibutuhkan dalam fotosintetisdan respirasi. Fotosintesis menggunakan cahaya matahari untuk memisahkan atom hidroden dengan oksigen. Hidrogen akan digunakan untuk membentuk glukosa dan oksigen akan dilepas ke udara.

Keluhan dahaga atau haus agaknya lebih prioritas disegerakan ketimbang keluhan lapar. Areal pertanian dan perkebunan; bunga dalam pot, tanpa air tidak akan berkembang normal.

Begitu pula harus disadari bahwa air menutupi hampir 70 persen permukaan bumi, berbeda dengan planet lainnya. Dikabarkan bumi memiliki 1,4 Triliun KM Kubik atau 330 juta milkubik tersebar di samudera, lautan, danau, sungai, lembah, di bawah permukaan bumi, kutub utara dan selatan.

Indonesia mengatur pemanfaatan air dan sumber sumbernya dalam Undang Undang nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.

Mengapa diatur? Karena penggunaan air yang tidak seimbang akan menimbulkan konflik sesama manusia dan konflik alam akibat terganggunya siklus air.

Air mengalir mengikuti alur yang paling rendah baik di atas permukaan maupun maupun di bawah permukaan bumi; penguapan, hujan merupakan bagian penting dari Siklus Air.

Terganggunya siklus air akan mengakibatkan penumpukam di satu tempat, misalnya di kutub, hujan yang ekstrim akan merusak program tanaman pertanian perkebunan bahkan menimbulkan bencana bagi ummat manusia.

Lantas bagaimana agar siklus air tetap stabil dan seimbang dengan pengertian berjalan secara normal?

Pertama kelola air dengan baik, mulai dari pemakaian skala kecil sampai industri. Kedua, lindungi permukaan bumi dengan tanaman penghijauan agar "bank air" terjamin mengatur ritme siklus sekaligus sebagai jaminan manusia. Musim hujan yang teratur di mana makhluk hidup tidak kekurangan air saat musim kemarau.

Jangan biarkan halaman rumah gersang tanpa pohonan. Segera tanam meski satu pohon. Ikut merawat pohon di ruang publik minimal tidak ikut merusak pepohonan.

Jangan biarkan membakar sampah jika lebih baik bermanfaat sampah ditanam; tentu ada pemilahan sampah yang bermanfaat bagi bumi dan tanaman dengan sampah yang bermanfaat didaur ulang.

Sayangilah air agar terhindar dari bencana sekecil apapun terkait air, misalnya dahaga. Sama halnya menghindari bencana alam dengan sikap tidak ikut merusak ekosistem.