Di Tempat Angker Pesantren Ini Punya "Terowongan Kematian"

Di Tempat Angker Pesantren Ini Punya "Terowongan Kematian"

Di Tempat Angker Pesantren Ini Punya "Terowongan Kematian"

Di Tempat Angker Pesantren Ini Punya "Terowongan Kematian"

Untuk mengajak para santri mengingat mati, Kiai Lukman membangun sebuah terowongan dengan nama terowongan akhirat.

Inilah Pesantren Hidayatul Mubta'din Magetan Jawa Timur. Awalnya merupakan lokasi angker dengan sentral pohon beringin tua dan sangat besar.

Berikut laporan Kompas.com:

Hawa sejuk langsung terasa ketika memasuki kawasan Pondok PesantrenHidayatul Mubta’din di Desa Plumpung Kecamatan Plaosan Kabupten Magetan Jawa Timur.

Pondok Pesantren yang didirikan oleh Kiai Lukman Hakim pada tahun 1996 tersebut memang berada di bawah kaki Gunung Lawu, kurang lebih 17 kilometer dari pusat Kota Magetan.

Di bulan puasa seperti saat ini, Pondok Pesantren Hidayatul Mubta’din dipenuhi oleh ribuan siswa yang melakukan kegiatan pondok Ramadhan. Selama sebulan, beberapa sekolah di Magetan akan bergiliran megikuti kegiatan pondok Ramadhan.

“Ada sekitar 2000-an santri dari berbagai sekolah yang saaat ini mengikuti kegiatan pondok Ramadhan, kalau yang mondok sekitar 600-an santri,” ujar Kiai Lukman saat ditemui di sela- sela mengajar santri, Minggu (12/5/2019).

Sebelum menjadi pesantren seperti saat ini, kawasan tersebut merupakan kawasan yang dianggap wingit atau angker karena terdapat sebuah pohon beringin besar.

Warga enggan memanfaatkan kawasan perbukitan di pinggiran desa tersebut karena selain angker juga berbahaya di saat musim hujan atau angin. Dengan keuletan pendekatan kepada warga, Kiai Lukman Hidayat akhirnya berhasil membangun pesantren di kawasan tersebut.

Selain mengajarkan ilmu agama, di pondok yang diasuhnya Kiai Lukman Hidayat juga mengajarkan kepada para santri untuk selalu mengingat kematian. Karena, kematian bisa datang kapan pun dan dimanapun sehingga selama menjadi santri bisa lebih fokus menuntut ilmu agama.

Untuk mengajak para santri mengingat mati, Kiai Lukman membangun sebuah terowongan dengan nama terowongan akhirat.

Terowongan buatan tersebut memang paling banyak dilewati para santri untuk menuju lantai dasar yang merupakan sebuah aula untuk kegiatan mengaji, menerima tamu, dan sebagian merupakan kamar para santriwati.

Apa dan bagaimana selanjutnya sebaiknya simak:

http://kom.ps/AFzIqp