Dokter Indonesia Bersaing Global

Dokter Indonesia Bersaing Global

Dokter Indonesia Bersaing Global

Menteri Kesehatan Letjen TNI (Purn) Dr. dr.Terawan Agus Putranto, Sp.Rad.(K) Selasa (10/11) didampingi Ketua Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) dr. Putu Moda Arsana, Sp.PD.KEMD,FINASIM, Perwakilan PPSDM Kesehatan, Kadinkes seluruh Provinsi, Direktur RS Vertikal Kemenkes RI, Ketua Organisasi Profesi, Ketua Kolegium Dokter dan Dokter Gigi, Anggota Konsil, Anggota Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia hadir dalam pertemuan Rapat Koordinasi Nasional Konsil Kedokteran Indonesia (RAKORNAS KKI) yang diselenggarakan secara luring dan daring pada tanggal 9 - 11 November di Bogor.

foto Kemkes.go.id


Rakornas KKI dihadiri kurang lebih 179 peserta lintas K/L untuk diskusi sekaligus menyusun Kebijakan Menuju Praktik Kedokteran Berdaya Saing Global.

KKI bersama para pemangku kepentingan dibidang kedokteran ditingkat pusat maupun daerah telah bersinergi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan dan organisasi profesi serta stakeholder lainnya dalam upaya menghasilkan dan meningkatkan mutu dokter, dokter gigi, dokter spesialis dan dokter gigi spesialis yang profesional, berjiwa pengabdi, pembelajar, pejuang dalam membangun SDM Indonesia sehat guna mendukung pembangunan kesehatan.

Dalam sambutannya Putu menyampaikan untuk menjawab tantangan dalam pengawasan praktik kedokteran dan menghadapi globalisasi Konsil Kedokteran Indonesia menyusun kebijakan strategi dengan masukan dari pemangku kepentingan untuk dapat menambah khasanah dalam membuat kebijakan.

Untuk menjawab tantangan tersebut KKI periode baru ini sedang merancang Renstra tahun 2020-2025 yang melibatkan internal KKI dan kolaborasi eksternal KKI, jelas Putu.

Saat ini terdapat 4 tantangan pembangunan kesehatan yaitu 1) Intervensi spesifik dan sensitif pada stunting; 2) Dukungan lintas sektor untuk mengatasi AKI/AKB; 3) Kemudahan akses layanan kesehatan pada JKN; 4) Mengendalikan harga obat dan Alkes.

Menkes Terawan berpesan pentingnya peningkatan profesionalisme dokter dan dokter gigi dalam menjawab tantangan pembangunan kesehatan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

''Tantangan pembangunan ini baik secara langsung atau tidak langsung berhubungan dengan pelayanan praktik kedokteran, untuk menjawab berbagai tantangan tersebut perlu dilakukan peningkatan profesionalisme dokter dan dokter gigi untuk mewujudkan kesehatan rakyat yang setinggi-tingginya'' ujar Terawan.

Profesi dokter dan dokter gigi merupakan salah satu sektor tenaga kerja yang perlu diperkuat dan dijaga profesionalismenya untuk mendulang manfaat sebesar-besarnya dalam era global dan agar berkontribusi positif dalam SDGs dan Program Indonesia Sehat.

Menutup sambutannya, Terawan menyampaikan untuk mewujudkan profesionalisme dokter dan dokter gigi dalam menghadapi tantangan pembangunan kesehatan hanya dapat terwujud dengan kolaborasi dan koordinasi antar pemangku kepentingan.

*Hotline Virus Corona 119 ext 9. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id 
ARTIKEL ASLI