Ingin Jadi Wartawan

Ingin Jadi Wartawan

Ingin Jadi Wartawan

Ingin Jadi Wartawan?
Ada kecenderungan manusia punya hasrat cukup tinggi untuk menceritakan suatu kejadian di suatu tempat kepada orang lain di tempat lain.

Kecenderungan ini merupakan modal dasar tehnis yang cukup bagus untuk menjadi seorang wartawan. Tidak susah untuk menyalurkan keinginan jadi wartawan.

Banyak di antara kita yang bukan wartawan akan tetapi secara piawai bisa melakukan praktek tehnis wartawan; menceritakan sebuah peristiwa apa adanya, objektif, tanpa asumsi dan pendapatnya. Mengalir layaknya sebagaimana peristiwa itu berlangsung.
Dahulu, kita selalu menyaksikan kalangan Omak Omak berkelahi gara gara informasi yang "sesat". Si A melaporkan sebuah peristiwa kepada si B tidak utuh, ada bahagian yang hilang, dan si A memasukkan asumsi serta pendapatnya ketika bercerita.

Si B menyerap isi cerita kemudian bercerita ke tempat lain misalnya ke si C dan D, selain tidak utuh sebagaimana cerita si A unsur latah si B pun masuk dengan penyisipan asumsi dan pendapat baru. Asumsi si A diasumsi si B, pendapat si A diberi tanggapan si B, kemudian disampaikan ke C dan D. Lalu, C dan D melakukan hal sama ke E, F sampai Z.

Sesatlah Informasi Publik tentang peristiwa dimaksud karena laporan berisi asumsi dan pendapat; dengan kata lain tidak objektif.

Hasil daripada proses informasi itu biasanya berujung perkelahian. Tetapi itu dahulu saat Omak Omak suka memggosip di bawah pohon Jambu Air.

Sekarang? Agaknya sudah tidak ada lagi gossip di bawah pohon jambu air karena Jambu Madu sekarang ditanam di Pot Besar dan tingginya sekitar satu meter; tidak bisa Omak Omak menggosip di bawah pohon Jambu Madu.

Sekarang lebih asyik bagi Omak Omak mengembara di dunia maya. Dengan sebelah tangan menjelajah dunia, badan tetap di dalam kamar atau sambil jaga anak bahkan sambil memasak. Tidak ada waktu lagi untuk menggosip Face To Face. Jikapun ada waktu keluar rumah itu dapat dipastikan Omak Omak lagi liputan lapangan mencari angle untuk rubrik Selfi.

Andai Omak Omak khususnya warga Medsos mau sedikit saja mau belajar tehnis dasar memproduksi berita sesuai standard kerja wartawan maka dipastikan informasi dan komunikasi di Media Sosial akan mampu mengimbangi arus deras Media Massa sebagaimana dimaksudkan oleh UU nomor 40 tahun 2017.