Jangan Tunggu Kaya Untuk Berbagi

Jangan Tunggu Kaya Untuk Berbagi

Jangan Tunggu Kaya Untuk Berbagi

Jangan Tunggu Kaya Untuk Berbagi
Makanan Lezat dibagikan Rasyid Riza dan istri di beberapa lokasi termasuk hospital sebagai rutinitas Ramadhan pria asal Kota Tanjungbalai Sumut ini di Kota Kinabalu,Sabah, Malaysia. Foto ini dikirimkannya menjelang berbuka puasa 3 Ramadhan 1440 H/2019.


Rasyid Riza kelahiran Tanjungbalai, Sumatera Utara Tahun 1985 ini menetap di Sabah sejak dua tahun terakhir setelah hijrah dari Kuala Lumpur, Selangor; kota mana mempertemukannya dengan seorang perempuan warganegara Malaysia dalam ikatan pernikahan, memutuskan untuk hidup bersama istri di bumi kelahirannya,Sabah, Malaysia.
Keasyikan dan seni tersendiri bagi Rasyid Riza menata makanan yang akan dibagikan kepada yang membutuhkan baik untuk keluarga pasien status musafir, juga kepada gelandangan, home less dan sebagainya. "Kenikmatan tiada tara saat berbagi,"katanya usai Tarawih malam ketiga Ramadhan 2019.


Selain hoby menulis Riza; Koresponden inibabad di Malaysia, adalah seorang pelaku seni dalam sastra berpantun dan puisi, kali ini ada yang menarik dari sosok pria yang pernah kuliah di Universitas Asahan ini; pada Ramadhan tahun sebelumnya dan tahun ini, bermodal RM 100 ia memberanikan diri didampingi istri memprogrami kegiatan santunan bagi homeless memberi makanan sahur bagi gelandangan, fakir Miskin, musafir di wilayah hukum negeri Sabah Kota Kinabalu.
Rasyid Riza dan istri dengan kegembiraan melayani home less, musafir dan keluarga pasien di hospital; berbagi makanan dan minuman untuk kebutuhan Ramadhan termasuk gelandangan. Foto dok Ramadhan 2018.

Riza mengaku tergerak dari momentum Ramadhan itu sendiri, yang sama diketahui Allah telah janjikan berbagai fadilah di dalamnya, selain itu ia menambahkan setiap negeri pasti memiliki kondisi di mana gelandangan fakir miskin menjadi catatan bagi negri itu sendiri untuk bagaimana berlaku adil bagi mereka di bulan yang sangat mulia ini.

Menurutnya Kota Kinabalu ada beberapa titik yang dianggap tempat para gelandangan, fakir miskin, musafir dan home less yakni, Bandaran Kota Kinabalu, Pasar Filipina, Masjid Negeri, Hospital Queen Elisabeth dan beberapa tempat lainnya.

Untuk tahun ini beliau mengawali proses pemberian makanan tepat di malam 3 Ramadhan sebanyak 50 bungkus, berharap kegiatan ini sama seperti tahun sebelumnya mendapat respon yang cukup baik dari orang tempatan dan juga pendatang.

Selain itu Riza meyakini bahwa fakir miskin, gelandangan dan juga musafir bukan hanya berasal dari orang tempatan melainkan mereka yang berhampiran dengan negeri ini, sama hal Filipina dan Indonesia mengingat jarak sempadan yang sangat memungkinkan hal itu terjadi.

"Tidak harus menunggu menjadi kaya hingga berkenan ulurkan sedikit rezki buat mereka yang membutuhkan ketika ini, berlaku adillah dalam diri, sebab adil adalah jubah pakaian dari sang Lhalik, rebut peluang laksanakan perintahNya," pungkas Riza melapor dari Kota Kinabalu usai tarawih, Selasa (7/5).

Note Rasyid riza
Kota Kinabalu Sabah
Ramadhan 3