Kau Pergi Tinggalkan Rinduku...

Kau Pergi Tinggalkan Rinduku...

Kau Pergi Tinggalkan Rinduku...

".. Semua ini kesalahanku, sehingga kamu abaikan ketulusan dan tidak pernah menghargai perjuanganku mempertahankan hubungan. .. "
Foto Viva.co.id
 
 
Pertama, aku menyampaikan permintaan maaf yang sangat dalam kepadamu. Telah melukaimu sekaligus membuat waktu kita sia-sia dan berakhir.
 
Aku tidak pernah menyadari sebelumnya, ternyata kehilanganmu bisa membuat sendu dan sengsara di hidupku. Semua warna pelangi yang ada di dunia, seperti ikut pergi bersamamu.
 
Semua ini kesalahanku, sehingga kamu abaikan ketulusan dan tidak pernah menghargai perjuanganku untuk mempertahankan hubungan pertemanan ini. 
 
Maaf... Aku terlalu sibuk menunggu yang tidak pasti yang kau berikan, sedangkan sejak pertama dan terakhir pertemuan, kamu seperti memberi harapan kepada ku .
 
Kesalahanku memang besar, tapi bisakah kamu memberiku satu kesempatan lagi? Masih ada sedikit rasa di hatimu untuk aku kan? Aku tahu, kamu juga masih merindukanku.
 
Masih ingatkah saat kamu meminta maaf kepada ku atas kesalahan yang kamu lakukan di saat itu juga memaafkan mu walau itu tidak mengubah kepercayaan ku kepadamu kamu genggam tanganku dengan erat, tatapanmu tak pernah lepas dari mataku. Meski saat itu aku hanya diam saja, hatiku tersenyum saat mendengar perkataanmu itu.
 
Apakah kamu juga masih ingat, saat kamu meminta pulang bersama ku di situ kamu berbohong kepada ku tentang kondisi mu yang sedang sakit dan seketika itu aku kehilangan kepercayaan ku kepada mu tapi aku berusaha supaya kamu biar di bawa ke dokter untuk berobat dan kamu menolak nya karena takut merepotin tapi itu hanya untuk perhatian kepada mu
 
Ah, kenapa air mata tiba-tiba mengalir deras. Ingatan tentangmu menyenangkan, juga membuatku sedih, karena aku tak bisa membalas semua kebaikanmu padaku dahulu. Aku ingat sekali, saat aku kerja dan kamu meminta bantuan terhadap ku. Kamu juga tidak pernah menyuruhku untuk berhenti menangis, kamu justru bertingkah konyol dan lucu hanya untuk menghiburku. Anehnya, itu berhasil. Kamu selalu berhasil membuatku tersenyum saat aku membutuhkanmu. Tapi bodohnya, aku tidak pernah menyadari kalau kamu hanya meminta bantuan dan sekarang kamu sendiri buat aku seperti orang asing yang tidak pernah berjumpa bersamamu.
 
Kini kamu telah menyerah terhadapku, tidak lagi ada di sampingku, dan kamu tidak lagi mengusap air mata yang kali ini jatuh karenamu. Sialnya, setelah kamu benar-benar pergi meninggalkanku, perasaan rindu ini tumbuh dengan subur untukmu. Perasaan yang dulu tidak pernah ada, kini dengan hebat terus berkembang untukmu. Namun sepertinya semuanya sia-sia. Permintaan maafku, air mataku, tidak akan bisa mengembalikanmu ke dalam pelukanku
 
 
Kamu telah pergi meninggalkan aku, laki-laki yang terus menyakitimu. Laki-laki yang tidak menganggapmu ada, meski kamu pernah ada di sisiku, dan sekarang aku harus menanggung sendu nya hati ini dan air mata yang selalu membuatku teringat akan kamu
 
Bahkan, aku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaanmu dahulu saat masih berteman bersamaku. Aku benar-benar minta maaf. Tapi bolehkah aku meminta, kali ini saja. Jika kita bertemu lagi, bolehkah aku berbicara dan terus meminta maaf sampai aku lelah ungkapkan itu? Jika boleh, aku akan sangat berterima kasih kepadamu. setelah aku berbicara dan meminta maaf di hadapan mu, dan tidak menganggap aku seperti orang asing begini , aku janji tidak akan mengingatmu dalam kesedihan ini lagi.
 
Kamu akan aku ingat sebagai kenangan terindah yang pernah ada di dalam hidupku, Terima kasih, dan maaf. Aku terus merindukanmu dan sebagai kenangan terindah. 
 
Ramadhan Pratama Putra Hasibuan
SI 1G STMIK Royal Kisaran