KKK&Waspada Jumpakan 18 Tahun Terpisah

KKK&Waspada Jumpakan 18 Tahun Terpisah

KKK&Waspada Jumpakan 18 Tahun Terpisah

Pengurus KKK menjemput Ismail di Bandara (baju lengan pendek celana hitam)

Juwita Siregar,32, yang ditemukan terdampar dan ditampung Dinsos DKI Jaya tanggal 23 Januari 2018 akhirnya berjumpa dengan abang kandungnya Ismail Siregar Senin (29/1) yang datang menjemputnya setelah 18 tahun terpisah.

Ismail Siregar dijemput dari Bandara oleh Sekum DPP KKK Bachtiar Dewantara, Ketua Umum DPW KKK Jabodetabek Anhar Darwis dan pengurus Subandi Daru Haryono lalu diantar ke Panti Asuhan Dinsos DKI Jaya.

Suasana haru biru mewarnai pertemuan itu. "Perlu proses adaptasi sebab sudah 18 tahun terpisah,"ujar Anhar Darwis kepada Waspada. Ismail Siregar, PNS, alumni Jurusan Biologi2 SMAN 1 Kisaran tahun 1987.

Sebelumnya dilaporkan Waspada Juuwita Siregar, anak yatim piatu, dan diasuh oleh abangnya Ismail Siregar, dan setelah menamatkan SMA, anak paling kecil dari tujuh bersaudara ini, dibawa kerabatnya ke Jakarta pada 1999 lalu, namun di luar duagaan selama 2 bulan di ibu kota Juwita dinyatakan hilang. Sehingga pihak keluara mencarinya di Jakarta, mulai dari pelaporan ke polisi, dan pengumuman di media cetak, tapi sayang wanita ini tidak ditemukan, namun pencarian tetap dilakukan sampai beberap tahun, dan akhirnya diberhentikan, dan dianggap Juwita tidak lagi bisa ditemukan lagi.

"Akhirnya kami menemukan kabar dari Kerukunan Keluarga Kisaran melalui Waspada bahwa dia ditampung di Dinas Sosial DKI Jakarta, dan pihak keluarga sudah memastikannya, bahwa dia adalah Juwita adik Ipar saya," jelas kakak Ipar Juwita, Masniari, saat berbincang dengan Waspada, di kediamannya,Dusun I, Desa Pulo Rakyat Tua, Kec Pulo Rkyat, Kab Asahan, Jumat (26/1).

Ismail Siregar kepada Ketua Umum DPW KKK Anhar Darwis menjelaskan di Bandara HPK Jakarta bahwa
pada saat krisis moneter tahun 1998 Juwita Ria Siregar menamatkan SMA nya dan berniat ingin kuliah, namun abangnya Ismail Siregar yang baru saja tamat kuliah dari IKIP Medan belum punya biaya untuk memenuhi keinginan sang adik.

Kebetulan ada sanak keluarga yang tinggal di Cakung Jaktim ingin menyekolahkan Juwita, berangkatlah Juwita dengan bus ke Jakarta dan sampailah ke rumah saudaranya itu.
Hanya dua hari setelah sampai di Cakung Jakarta Timur, tidak diketahui apa sebabnya Juwita pergi dari rumah saudaranya itu dan diberitahukanlah kepada Abangnya Ismail Siregar dan Ismail Siregar pun ke Jakarta utk mencari adiknya, dengan berbagai cara namun tdk juga ditemukan. Beberapa tahun kemudian Ismail Siregar kembali lagi ke Jakarta namun tidak membawa hasil.

"Pas delapan belas tahun terpisah kini bertemu lagi,"papar Anhar Darwis kepada Waspada.

Kisah pertemuan setelah 18 tahun terpisah diawali oleh H.Sadar Ahmad pengurus DPW KKK (Kerukunan Keluarga Kisaran) Propinsi Jambi mengutip Twitter Gubernur DKI Anies Baswedan yang mencantumkan nama dan identitas keluarga Juwita Siregar, pasca operasi Dinas Sosial terhadap tuna wisma.

H.Sadar Ahmad memposting screenshot twitt Anies ke forum WA Turkis (Turunan Kisaran) dan direspon cepat oleh DPP KKK lewat siaran informasi dan menjenguk Juwita Siregar.

Waspada yang mendapat informasi dari DPP KKK segera menindaklanjutinya di Pulau Raja.

Dikutip dari Waspada edisi Rabu 31 Januari 2018




Foto Waspada/ist
Ismail Siregar dijemput pengurus KKK (Kerukunan Keluarga Kisaran) di bandara,Senin (29/1), lalu diantarke Panti Dinsos DKI Jaya.



Foto Waspada/ist
Pertemuan Ismail Siregar dan Juwita Siregar Panti Dinsos DKI Jaya setelah 18 tahun terpisah