Mendidik Jangan Mendadak

Mendidik Jangan Mendadak

Mendidik Jangan Mendadak

Mendidik Jangan Mendadak

Alhamdulillah, kita mendapat "hadiah" menyambut bulan Ramadhan Santri Mahkota Al Hidayah, Bandung, usia SMP dan SMA, yakni sebuah keinginan syiar yang luar biasa dahsyatnya di tengah ketidakpastian dunia yang justru hadir di tengah kemajuan tehnologi segala bidang.

Manusia seolah berlari, mengejar dan dikejar tehnologi. Pertanyaannya siapakah yang diuntungkan oleh kemajuan tehnologi ketika manusia seolah mengejar dan dikejar?

Apapun jawabannya tentu sangat arif jika kita terus menerus memperhatikan bahkan memberi prioritas pembangunan karakter anak sehingga dalam keadaan roda zaman bagaimanapun buruknya, benteng benteng Kalifah Dunia masih ada menjaga kebenaran dan kepastian Islam Rahamatan Lil Alaamiin.

Santri ini berasal dari berbagai daerah. Nyantri dua tahun lalu kembali ke daerah masing masing. Kali ini mereka akan bikin Ramadhan Fair. Para remaja ini akan mengajak anak anak bercerita. Sepertinya seru dan menarik.
Wassalam
Redaksi.
foto by santri MAH Bandung



Kita tunggu laporan mereka soal Ramadhan Fair. Setakat ini mari kita nikmati laporan mereka berikut:



Dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) santri Mahkota Al Hidayah, Komp Setiabudi Regency, Jalan Safir Biru Raya, Bandung mengadakan Talk Show bertajuk "Peran Orang Tua dan Sekolah Dalam Membangun Karakter Anak".

Talk Show menghadirkan pemateri Ustd. Zaenal Khalid Lc, Kepala SMP TahfidzMahkota Al Hidayah, yang dikenal dengan panggilan Kang Uze dab Ustdh. Diana Bakti Siregar, S.Si, penulis Buku Catatan Aisyah dan juga pendidik (Math Teacher di SAI-Bless), yang biasa disapa dengan Teh Diana.


Dalam kesempatan ini Teh Diana menyampaikan bahwa, Pendidikan dalam Islam itu adalah hal yang sangat simple, tapi sarat dengan makna.

Teh Diana menyebutkan semua ahli parenting pasti mengakui bahwa :

MENDIDIK itu tidak bisa MENDADAK.
Karena MENDADAK itu tidak MENDIDIK.

"Menikmati proses itu lebih penting daripada fokus pada hasil,"tegas Teh Diana.

Setiap anak itu terlahir fitrah. Fitrah manusia itu terlahir unggul, berani (punya daya juang) dan mau belajar. Namun seiring berjalannya waktu semua bisa berubah tergantung banyak faktor.

Pendidikan dasar itu sangat penting. Karena saat itulah orang tua masih didengar. Di sinilah saatnya menanamkan nilai ketauhidan pada anak. Nilai yang akan menjadi dasar terbentuknya karakter unggul di diri seorang manusia.

Peran sekolah adalah membantu memperkokoh fondasi itu. Untuk Itulah diperlukan bersinerginya antara orang tua, pendidik dan peserta didik.

Teh Diana menutup dengan,
* Esensi pendidikan, untuk memberikan umpan pengalaman.
* Kaidah dalam pendidikan, hasil tidak bisa instan.

Kang Uze dalam kesempatan ini menyampaikan hal yang senada bahwa Islam itu sudah memberikan ilmu parenting yang jelas dan sederhana dalam pembentukan karakter anak.
Dalam QS Lukman ayat 12-18 inilah pembentukan karakter dalam Islam.

Kita tidak mungkin mengawasi anak selama 24 jam. Terutama ketika anak sudah beranjak besar.
Di QS Lukman, hal yang mendasar yang ditanamkan adalah jangan mempersekutukan Allah.

Didik anak untuk mengenal Allah, rasa cinta dan takut pada Allah itu membuat anak takut untuk melakukan hal yang tidak baik karena yakin bahwa Allah mengawasi.

Dan inilahyang membuat anak memiliki karakter mulia sepanjang masa.

*Tim Dokumentasi&Publikasi
Santri Mahkota Al Hidayah Bandung