Ramadhan: HM Iyen Atim Ulama Malaysia Asal Sergai

Ramadhan: HM Iyen Atim Ulama Malaysia Asal Sergai

Ramadhan: HM Iyen Atim Ulama Malaysia Asal Sergai

Ramadhan: HM Iyen Atim Ulama Malaysia Asal Sergai
HM Iyen Atim dan Rasyid Riza.

Di usia Ke 89 tahun Sosok Ulama kelahiran Serdang Bedagai Sumatera Utara Indonesia Haji MuhammadIyen Atim ini,masih aktif berdaqwah di Negeri Sabah Malaysia.

Beliau adalah generasi Al Wasliyah di Serdang Bedagai yang menetap dan Beranak pinak di negeri ini.

Datang ke negeri Sabah tahun 1974 bersama 19 orang Dai yang direkomendasikan Tun Datuk H Mustapa Bin Datuk Harun Ketua Mentri Sabah ketika itu kepada Alm H Buya Hamka diteruskan ke Rektor Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Alm Bahrum Djamil.

Sosok beliau dianggap mempuni menjadi rujukan Negeri Sabah sampai kini. Meski menjadi warga negara tetap di negeri itu sosok Haji Mohd Iyen Atim masih sering berkunjung dan balik ke tanah kelahirannya.

Ramadhan 1440 H ini ia membenarkan dan menyampaikan dalam buku yang pernah ia tulis semasa bertugas di Jabatan Hal Ehwal Agama Islam Sabah Tentang Panduan Ibadah Puasa.

Puasa pada bulan Ramadhan adalah termasuk salah satu dari rukun Islam yang ke lima, mengikut Sabda Nabi Muhammad SAW "Islam itu dibina atas lima dasar, menyaksikan bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan benar Nabi Muhammad pesuruh Allah, dirikan Shalat,Tunaikan Zakat,Tunaikan Haji,dan Berpuasa di Bulan Ramadhan."


Dalam buku yang berjudul Panduan Ibadah Shalat, beliau memaparkan isi kandungan yang perlu dipahami oleh ummat Islam, yakni Definisi Puasa,Pembagian Puasa,sebab Wajib Puasa,Syarat Wajib Puasa,Syarat Sah Puasa, Rukun Puasa,Keterangan Niat,Sunnat Sunnat Puasa, Makruh Puasa, Batalnya Puasa, Terhapusnya Puasa, Derjat Puasa, Puasa Umum, Puasa Khusus, Hikmah Puasa, Alasan sebab tinggalkan Puasa, Hari sunnat Berpuasa dan pembahasan lainnya.

Dalam buku panduan saku ini dia merangkum dengan cermat tentang Keistimewaan dan Fadilah selama di bulan Ramadhan, harapan beliau jadikan momentum Ramadhan menjadi bagian evaluasi diri dalam meningkatkan iman dan taqwa sebagi jubah kehidupan manusia dalam beragama, sebagai tanggung jawab kelak di hadapanNya.

Pantauaninibabad.comUlama ini kini lebih banyak menghabiskan masa bersama anak menantu dan keluarga yang sangat menyayanginya.

Sosok beliau dapat menjadi tauladan di negeri ini sekaligus motivasi buat negeri kelahirannya di Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Di akhir perbincangan beliau berpesan Shalat dan Puasa dua hal yang tak dapat di pisahkan. "Diharapkan baik kepada sanak keluarga dan ummat muslim seluruhnya agar terus mampu menjadi hamba yang taat kepada seluruh perintah dan larangannya," pungkasnya.

Note Rasyid Riza
Kinabalu, Sabah, Malaysia.
1 Ramadhan 1440H.