Sajak Rahmi Susanti

Sajak Rahmi Susanti

Sajak Rahmi Susanti


Khusus untuk abanganda tercinta Alang Lombam Alang Hingo

Tafakur sejenak dalam doa semoga abanganda sehat dan berkah usia

Sukses dalam meniti karir serta menjadi ayah super dalam keluarga
Salam dari kami di Dataran Tinggi Dieng
Entah kapan bisa kita "eksplore" Ranah Indonesia bersama sama.
Miladul Khoir.

Ketika atap perahu tak mampu melindungimu, kembangkan payung berwarna yang akan membuatmu teduh dari ganasnya mentari
Sekalian semesta alam akan memberikan pelukan hangat bila kau kembali ke Sunnatullah.

Ketika atap perahu tak mampu melindungimu
La Tahzan
Jangan lah bersedih ada warna warni payung Sunnatullah

Innallaha Ma Anaa
Tiada kata terlambat di bumi tempat berpijak
Karena petarung bukan seorang pecundang
Maha hanyalah milik Allah Subhanawataala.

Alam Brajan Residence
Kamis, 4 Januari 2018: tengah hari.

Note:
Sajak ini dikutip dari halaman facebook Rahmi Susanti, pada dua momen dan tujuan berbeda. Akan tetapi memperkaya harmoni jika digabungkan sebab tujuannya sama sama untuk dua lelaki berbeda.
Alang Hingo Alang Lombam adalah lelaki yang sudah punya keluarga; ada istri dan anak, tepat 2 Januari 2018 memasuki usia 53 tahun; dalam sajak singkat di atas dikunci Rahmi Susanti dengan ungkapan "Ayah Super". Di sini Mimi; panggilan akrab Rahmi Susanti, bermain billiard di mana tentu ungkapan itu ditujukannya juga buat suami terkasih tercinta Sugiartono.

Lelaki satu lagi; musisi belum gagal sebab ingin menjadi musisi kehidupan nyata (bukan artist), lama berkutat dengan komunitas "Rakyat Iwan Fals" yakni OI (Orang Indonesia), malang melintang mengumpulkan Dollar untuk membayar mimpi mimpi yang melenakan lelaki..., jalan tak berujung dihempaskannya kembali ke Borneo untuk ke sekian kalinya.

Betul kata Mimi
Tak ada kata terlambat di bumi tempat berpijak
La Tahzan Yud...La!!!!!
Tegakkan leher busungkan dada!
Kita adalah lelaki menyandang amanah bumi dan langit

Lelaki adalah Sunnatullah
Kembalilah...

^Imam Bonjol Street, Pangkal Titi, Kisaran:
12.00wib Kamis 4 Januari 2018.
"Maafkan jika ada kalimat yang salah Yud. Demi Allah saat mengetikkan kata lelaki dadaku berguncang, merinding dan bulir air membasahi kelopak mataku yang semakin renta...Berjuang Yud! Tinggalkan masa lalu yang tak harus dan tak akan pernah kembali lagi. Kecuali kita sebagai lelaki yang harus kembali ke amanah Sunnatullah...! Maha Suci Allah dengan segala RahasiaNya.."

Thanks Full Rahmi "Mimi" Susanti.