Sekolah Impian, Menyerah Adalah Salah

Sekolah Impian, Menyerah Adalah Salah

Sekolah Impian, Menyerah Adalah Salah



Minggu 1 Nopember 2020 sore talkshow zoom meeting Waspada mengusung topik Asesmen Nasional Di Tengah Pandemi. 

Seru memang, karena pendidikan terasa semakin mahal untuk menyiapkan generasi bangsa ke depan. 

Sistem pendidikan terus menerus diinovasi apalagi kurikulum sebab isi zaman juga terus berubah. Tidak ada yang salah saat menerapkan EBTA/EBTANAS, Ujian Nasional, lalu menggantinya dengan Asesmen Nasional. Yang salah adalah ketika semua menyerah kepada keadaan berjalan. 

Kritik, evaluasi, saran, perbaikan, perubahan harus diartikan positif sebagai upaya terus menerus memperbaiki keadaan. 

Komitmen dan Integritas Pendidik untuk menelurkan proses dan hasil berkualitas sangat dibutuhkan karena objek pendidikan adalah siswa yang juga harus diposisikan sebagai subjek. Aktif dan reaktif.

Tentu dinamika dan geloranya berbeda saat seorang teknokrat berupaya memperbaiki hasil rancang bangun. Benda pasif. 

Kegalauan kita hari ini adalah sebuah kewajaran alam yang selalu mengajarkan dimensi perubahan, tidak ada keabadian mutlak dalam alam. 

Di tengah kegalauan ini, muncul sebuah buku sederhana namun manis tampilannya. Isi? Hadeuh.. Sederhana juga namun sangat bernas, aplikatif, prospektif. 

Ditulis Diana Bakti Siregar dan Dwi Harmelia, Cetakan pertama Agustus 2020,penerbit IFA Publisher. Cocok jadi referensi pendidik, pihak pengambil kebijakan sekolah, peminat bidang pendidikan, dan tentu peminat baca buku.


Informasi lebih lanjut bisa by email diana_bakti@yahoo.co.id atau nomor 0895376241973.

Delapan bab meracik apik buku "Sekolah Impian" ini. Penulis memulai covering situasi dan kondisi terkini, maka bab 1 ditajukin Menjawab Kegalauan. 

Simak tajuk bab 2 sampai 8: Mungkinkah Menjadi Yang Terbaik?, Rahmatan Lil Alamin, Kembali Ke Fitrah Kehidupan, Belajar Dari Yang Berpengalaman, Bersatu Untuk Kebaikan, Home Based Learning, Komitmen dan Integritas. Urutan bab demi bab ini sudah menampilkan "ruh" judul buku ini. 

Diana Bakti Siregar, S.Si, kelahiran Kisaran-Sumatera Utara, alumni SMPN 2 Kisaran 1983 dan SMAN 1 Kisaran 1986, warga Mutiara Bogor Raya, guru Matematika di salah satu Sekolah Alam di Jakarta, Tim Akademik Sekolah Ar Rasyid 1 Cijeruk Bogor, dan Praktisi Talent Mapping, alumni IPB Bogor. 2018 mulai aktif menulis buku, perdananya Catatan Aisyah. 

Dwi Harmelia, kelahiran Maninjau Sumbar, pendidikan strata1 Unpad dan strata2 Biomedik FKUI Jakarta, pendidik di SMAN 39 Jakarta, pengurus MGMP Biologi DKI Jakarta 2020-2024.

Rasanya banyak yang akan dicatatkan di sini akan tetapi lebih afdol jika membaca bukunya langsung. Alhamdulillah. 

Catatan 
Nurkarim Nehe