Strategi Wirausaha Sukses Di Era Digital

Strategi Wirausaha Sukses Di Era Digital

Strategi Wirausaha Sukses Di Era Digital


STRATEGI MENJADI WIRAUSAHA SUKSES DI ERA DIGITAL DENGAN MEMANFAATKAN TEKNOLOGI INFORMASI (ENTREPRENEUR AND INFORMATION TECHNOLOGY)

KARYA TULIS ILMIAH
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Terstruktur Matakuliah Semester Atas F
“KEWIRAUSAHAAN TI”
Disusun oleh :


BAGUS ANDIKA
18220451
Semester 4K Sistem Informasi.



DOSEN PENGAMPU:NURKARIM NEHE SE,MSP
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
STMIK ROYAL KISARAN
YAYASAN PENDIDIKAN ROYAL TELADAN ASAHAN-KISARAN
SUMATERA UTARA
TA 2019/2020.



ABSTRAK
Melihat standar minimal dua persen dari jumlah penduduk, harus berprofesi sebagai seorang wirausaha. Indonesia saat ini memiliki jumlah penduduk sekitar dua ratus limapuluh juta jiwa, maka kurang lebih harus memiliki lima juta orang wirausaha.
Jika dibandingkan dengan negara di Asia, Indonesia masih jauh daripada malaysia dengan presentase lima persen, singapura tujuh persen, thailan empat persen, dan vietnam sekitar tiga persen.
Indonesia sangat berpotensi dalam menumbuhkan dan mengembangkan wirausahawan baru, Berdasarkan data statitik bawha pada tahun 2030, Indonesia diperkirakan memiliki penduduk berusia produkti sebanak 60 persen, dengan 30 persen-nya merupakan penduduk muda dengan potensi menjadi seorang wirausaha.
Berdasarkan visi Pemerintah Indonesia untuk menjadikan Indonesia sebagai negara digital ekonomi terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020, dengan salah satu fokus-nya yaitu penguatan pelaku usaha lokal dimana meliputi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah/UMKM dan Startup lokal.
Dari hal tersebut maka pemerintah perlu melakukan intervensi guna memberikan kepastian serta perlindungan hukum tanpa mematikan inovasi, serta diperlukannya gerakan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Perkembangan teknologi informasi yang tidak bisa dihindari, bukan hanya membatu kita untuk hidup lebih modern namun dunia usaha pun ikut terbantu dengan teknologi informasi yang berkembang sekarang ini.
Tujuan dari penulisan karya tulis ini adalah ; mengetahui karakteristik seorang wirausaha, mengetahui sikap dan kepribadian seorang wirausaha, mengetahui pengaruh dan manfaat dari perkembangan teknologi informasi bagi pelaku wirausaha, mengetahui peran teknologi informasi bagi pelaku wirausaha, mengetahui dampak negatif dan positif dari teknologi informasi, mengetahui strategi digital marketing untuk menjadi seorang wirausaha di era teknologi informasi.
Sedangkan Manfaat dari karya tulis ilmiah ini pun berguna bagi generasi muda khususnya mahasiswa yang ingin memulai usaha, dengan menggunakan media digital untuk mengembangkan usahanya, serta lebih memahami arti Teknologi Informasi untuk dunia usaha.
Hasil dari karya tulis ini yaitu diketahuinya pengaruh dan peranan teknologi informasi pada saat ini secara tidak langsung membuat bisnis atau kegiatan usaha semakin berkembang serta keberadaan teknologi informasi dalam kegiatan usaha dapat meningkatkan nilai efisiensi biaya dan keefektifan waktu.
Dan diketahui bahwa dengan melihat berbagai peluang dan manfaat yang diperoleh, semua kegiatan usaha atau perusahaan dapat melakukan kegiatan-kegiatan dalam menunjang bisnisnya dengan cara ; rekrutmen tenaga kerja, iklan produk dan jasa, penelusuran order pelanggan, transaksi elektronis, distribusi barang, sumber bisnis dan jaringan pribadi, katalog online, dan komunikasi bisnis.




DAFTAR ISI
ABSTRAK.................................................................................................................................................2
BAB 1 PENDAHULUAN........................................................................................................................5
1.1 Latar Belakang.....................................................................................................................................5
1.2 Rumusan Masalah................................................................................................................................6
1.3 Tujuan Penelitian ................................................................................................................................7
1.4 Manfaat Penelitian...............................................................................................................................7
BAB 2 LANDASAN TEORI..................................................................................................................7
2.1 Pengertian Wirausaha...........................................................................................................................8
2.2 Pengertian Digital Marketing...............................................................................................................8
2.3 Pengertian Teknologi Informasi..........................................................................................................9
2.4 Tujuan dan Fungsi Teknologi Informasi bagi dunia Usaha...............................................................9
BAB 3 PEMBAHASAN..........................................................................................................................11
3.1 Karakteristik Seorang Wirausaha........................................................................................................11
3.2 Sikap dan Kepribadian Seorang Wirausaha.......................................................................................12
3.3 Pengaruh Teknologi Informasi bagi Dunia Usaha.............................................................................12
3.4 Manfaat dari Perkembangan Teknologi Informasi bagi Pelaku Wirausaha.......................................13
3.5 Peran Teknologi Informasi bagi Wirausaha.......................................................................................13
3.6 Dampak Perkembangan Teknologi Informasi bagi dunia Usaha................................................... ..17
3.7 Strategi Digital Marketing untuk Menjadi Seorang Wirausaha di Era Teknologi Informasi...................................................................................................................................................19
BAB IV KESIMPULAN........................................................................................................................21
4.1 Kesimpulan........................................................................................................................................22
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................................23
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Jumlah wirausaha di suatu negara selalu dijadikan sebagai indikator tingkat kemajuan negara. Dengan standar minimal 2 persen dari jumlah penduduk, harus berprofesi sebagai seorang wirausaha. Indonesia saat ini memiliki jumlah penduduk sekitar duaratus limapuluh juta jiwa, maka kurang lebih harus memiliki lima juta orang wirausaha. Jika dibandingkan dengan negara di Asia, Indonesia masih jauh daripada malaysia dengan presentase lima persen, singapura tujuh persen, thailan empat persen, dan vietnam sekitar tiga persen. Apalagi dibandingkan dengan negara maju seperti Amerika dan Jepang yang masyarakatnya sebagai wirausaha sudah diatas sepuluh persen.
Negara Indonesia sangat berpotensi dalam menumbuhkan dan mengembangkan wirausahawan baru, Berdasarkan data statitik bawha pada tahun 2030, Indonesia diperkirakan memiliki penduduk berusia produkti sebanak 60 persen, dengan 30 persen-nya merupakan penduduk muda dengan potensi menjadi seorang wirausaha. Gaya hidup digitl yang berkembang dewasa ini sangat mendorong berkembangnya stratup dan membrikan kemudahan untuk akses pasar produk Usaha Mikro, kecil dan Menengah (UMKM).
Berdasarkan visi negara Indonesia untuk menjadikan Indonesia sebagai negara digital ekonomi terbesar di Asia Tenggara di tahun 2020. Salah satu fokus-nya yaitu penguatan pelaku usaha lokal dimana meliputi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah/UMKM dan Startup lokal. Dari hal tersebut maka pemerintah perlu melakukan intervensi guna memberikan kepastian serta perlindungan hukum tanpa mematikan inovasi, serta diperlukannya gerakan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Keberadaan dan jumlah wirausaha menjadi penting karena merekalah yang dapat melihat peluang untuk mengembangkan dan menciptakan bisnis atau kegiatan usaha baru dengan tujuan untuk menciptakan lapangan kerja dan menumbuhkan perekonomian bangsa.
Dizaman modern ini tak ada kendala berarti untuk memulai bisnis, dengan bermodalkan kreatifitas dan keberanian maka dapat terciptalah sebuah usaha baru. Setiap individu dapat membuka toko online tanpa harus membuka toko fisik, segala bentuk barang maupun jasa dapat dijadikan kegiatan usaha melalui media sosial.
Dewasa ini perkembangan teknologi di-Indonesia sudah sangat berkembang, terlihat dari pengguna media sosial sekitar 90 juta orang pada tahun 2016. Pengguna toko onlne mencapai sekitar 8 juta pengguna, dari hal tersebut dapatlah diambil kesimpulan bahwa untuk kegiatan berwirausaha di dunia maya sangat berpotensi. Tentunya dengan kepandaian kita melihat peluang bagaimana menarik pengguna media sosial dan toko online untuk dapat dijadikan sebagai sasaran bisnis yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Perkembangan teknologi informasi yang tidak bisa dihindari, bukan hanya membatu kita untuk hidup lebih modern namun dunia usaha pun ikut terbantu dengan teknologi informasi yang berkembang sekarang ini. Teknologi informasi membatu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, dan berkomunikasi. Disisi lain perkembangan teknologi informasi harus diimbangi dengan ketersediaan sarana prasarana pendukung kegiatan pelaku teknologi informasi sendiri salah satunya sarana prasarana bagi pelaku usaha untuk melakukan kegiatan usaha mereka.

1.2. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penulisan karya tulis ini yaitu :
1. Bagaimana karakteristik seorang wirausaha ?
2. Bagaimana sikap dan kepribadian seorang wirausaha ?
3. Apa pengaruh dan manfaat dari perkembangan Teknologi Informasi bagi pelaku wirausaha ?
4. Apa peran Teknologi Informasi bagi pelaku wirausaha ?
5. Apa dampak negatif dan positif dari Teknologi Informasi ?
6. Apa strategi digital marketing untuk menjadi seorang wirausaha di era Teknologi Informasi ?

1.3. Tujuan Penelitian
1. Mengetahui karakteristik seorang wirausaha
2. Mengetahui sikap dan kepribadian seorang wirausaha
3. Mengetahui pengaruh dan manfaat dari perkembangan Teknologi Informasi bagi pelaku wirausaha
4. Mengetahui peran Teknologi Informasi bagi pelaku wirausaha
5. Mengetahui dampak negatif dan positif dari Teknologi Informasi
6. Mengetahui strategi digital marketing untuk menjadi seorang wirausaha di era Teknologi Informasi

1.4. Manfaat Penelitian
Manfaat dari karya tulis ilmiah ini untuk memberikan gambaran dan penjelasan kepada yang membacanya mengenai karakteristik dari seorang wirausaha dimana didalamnya meliputi sikap dan kepribadian seorang wirausaha, disamping itu untuk mengetahui sejauh mana manfaat dari adanya Teknologi Informasi di era modern ini bagi para wirausaha.
Manfaat dari karya tulis ilmiah inipun berguna bagi generasi muda khususnya mahasiswa yang ingin memulai usaha, dengan menggunakan media digital untuk mengembangkan usahanya, serta lebih memahami arti Teknologi Informasi untuk dunia usaha.

BAB II
LANDASAN TEORI
Pada bab ini akan memaparkan pengertian-pengertian terkait tema dan tujuan karya tulis ilmiah ini dengan judul karya tulis ini yaitu Strategi Menjadi Wirausaha Sukses di Era Digital dengan memanfaatkanTeknologi Informasi, baik dari para ahli maupun sumber lainnya .

2.1 Pengertian Wirausaha
Eddy Soeryanto Soegoto (2015 : 27) mendefinisikan bahwa entrepreneur adalah orang yang berjiwa kreatif, inovatif, mandiri, percaya diri, mandiri, percaya diri, ulet dan tekun, raji, disiplin, siap menghadapi risiko, jeli melihat dan meraih peluang, piawai mengelola sumber daya, dalam membangun, mengembangkan, memajukan dan menjadikan dan menjadikan usaha atau perusahaan unggul.
Pengertian lain menjelaskan bawha wirausaha berasal dari kata Entrepreneur, yaitu orang yang melakukan transaksi membeli barang dengan harga pasti walaupun orang itu belum mengetahui berapa harga barang tersebut dijual. Wirausaha memiliki sifat berani, teladan, dan berani mengambil risiko. Wirausaha dan wiraswasta memiliki arti berbeda, jika wirausaha memiliki visi dalam mengembangan usahanya dan memiliki kemampuan untuk terus berkembang dan berinovasi dengan usahanya.
Adapun menurut Eddy Soeryantoo Soegoto (2015 : 32) bahwa Seorang wirausaha harus mempunyai kemampuan :
1. Self knowledge, yaitu memiliki kemampuan tentang usaha yang akan ditekuni
2. Imagination, yaitu memiliki daya imajinasi, ide, dan perspektif serta tidak mengandalkan sukses masa lalu
3. Practical knowledge, kemampuan untuk memiliki pengetahuan praktis seperti pengetahuan teknik, desain, procesing, pembukuan, administrasi, dan pemasaran
4. Search skill, yaitu kemampuan untuk menemukan dan berkreasi
5. Foresight, yaitu berpandangan jauh kedepan
6. Computation skill, yaitu kemampuan untuk berhitung dan untuk memprediksi keadaan masa yang akan datang
7. Communication skill, yaitu kemampuan untuk berkomunikasi, bergaul, dan berhubungan dengan orang lain.
Istilah yang serupa dengan wirausaha adalah wiraswasta. Wiraswasta lebih sering digunakan dan cenderung lebih dikenal daripada wirausaha. Sejatinya kedua istilah tersebut bermakna sama. Wirausahawan mengandung makna kemampuan atau keberanian yang dimiliki seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan usaha, mengumpulkan sumber daya untuk mengambil keputusan atau tindakan yang tepat dan mengambil keuntungan untuk meraih kesuksesan.

2.2 Pengertian Digital Marketing
Dalam bahasa Indonesia pemasaran merupakan bentuk usaha guna mempromosikan sebuah merek menggunakan media digital dengan jangkauannya terhadap konsumen relevan.
Pemasaran digital memiliki banyak jenis tipe teknik dan praktik dalam kategori pemasaran internet. Adanya ketergantungan pemasaran tanpa internet menjadikan pemasaran digital menggabungkan elemen lain seperti ponsel, sms, iklan, dan lainya.
Digital Marketing menggabungkan beberapa faktor dseperti ; psikologis, humanis, antropologi, dan teknologi yang menjadi media baru dengan interaktif dan multimedia. Era dari pemasaran digital berupa interaksi antara produsen, perantara pasar, dan konsumen. Pemasaran melalui digital akan diperluas untuk mendukung layanan perusahaan serta keterlibatan konsumen.
Digital Marketing, merupakan sebuah istilah yang tidak asing lagi di Indonesia. Digital Marketing dapat mempermudah untuk mencapai target penjualan dalam kurun waktu yang singkat. Digital Marketing memiliki artian ilmu untuk berjualan. Namun tidak secara konvensional, tapi menggunakan kemudahan dengan memanfaatkan internet.
Digital Marketing mempunyai framwork atau kerangka yang dapat dipahami dan diaplikasikan. Framwork memiliki struktur yang digunakan sebagai alat bantu dalam berjualan untuk menjadi pengusaha, dimana framwork sebagai alur untuk mendapatkan penghasilan. Framwork membantu melakukan soft seling terhadap pelanggan.
2.3 Pegertian Teknologi Informasi
Menurut Eddy Soeryanto Soegoto (2015 : 501) bahwa teknologi informasi menjadikan bisnis lebih responsif, cepat, mudah, murah, efisien, efektif, transparan dan fleksibel dalam sistem bisnis modern guna meningkatkan performance, keunggulan bersaing, dan profitabilitas perusahaan.
Teknologi informasi telah mengubah wajah dunia dari dunia nyata ke dunia maya. Dunia yang kita lihat saat ini adalah dunia yang telah mengalami revolusi teknologi informasi yakni terjadinya transformasi dari adanya batas menjadi tanpa batas, dari tatap muka ke virtual, dari kertas ke tanpa kertas, dari fisik ke ruang maya, dari kejahatan konvensional ke kejahatan maya. Komunikasi setiap orang tidak lagi dibatasi oleh negara, nasionalisme atau suku bangsa, tetapi sudah menjadi One State.
Teknologi informasi, dalam arti luas memiliki artian teknologi yang dikendalikan oleh mikroprosesor atau chip komputer, dengan contohnya mikroprosesor digunakan untuk mengendalikan pengiriman dan pelayanan seperti air, listrik, dan telekomunikasi.
Menurut Indrajit (2001 : 1), kemajuan teknologi digital dipadu dengan telekomunikasi telah melalui masa-masa revolusi-nya. Kegunaan komputer di perusahaan bukan hanya untuk meningkatkan efisiensi, tetapi juga mendukung terjadinya proses kerja yang lebih efektif.
2.4 Tujuan dan Fungsi teknologi Informasi bagi Dunia Usaha
Teknologi informasi sekarang ini menjadi hal yang penting, karena banyak perusahaan yang menerapkan teknologi informasi untuk mendukung kegiatan berorganisasi. Teknologi informasi ini diterapkan pada perusahaan dengan memiliki tujuan yang berbeda karena penerapan teknologi informasi pada perusahaan adalah untuk mendukung kepentingan kegiatan usaha. Tujuan keberadaan teknologi informasi menurut pendapat Tarman (2009 : 17) bahwa untuk mmecahkan masalah, membuka kreativitas, dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam melakukan kegiatan usaha, dengan fungsi teknologi informasi terbagi menjadi enam yaitu ;
1) Menangkap
2) Mengolah
Menggabungkan catatan rinci dari aktivitas, seperti menerima input dari keyboard, scanner, mic dan sebaginya. Mengolah atau memproses data masukan yang diterima menjadi informasi. Pengolahan data dapat berupa konversi, analisis, perhitungan, sintesis segala bentuk data dan informasi.
3) Menghasilkan
Menghasilkan informasi kedalam bentuk yang berguna, seperti ; laporan, tabel, grafik dan lainnya
4) Menyimpan
Merekam informasi dalam suatu media yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Seperti disimpan ke harddisk, tpa, disket, cd dan laimmya.
5) Mencari kembali
Mendapatkan kembali informasi dan menyalin data dan informasi yang sudah tersimpan.
6) Transmisi
Mengirimkan data dan informasi dari suatu lokasi ke lokasi lain melalui jejaring komputer.
2.5 Komponen Teknologi Informasi
Komponen dalam teknologi informasi adalah bagian dari sebuah sistem yang terbentuk dengan user/pengguna teknologi informasi. Teknologi informasi terdiri atas tiga komponen, yaitu :
1) Perangkat Keras/Hardware
Adalah perangkat fisik untuk membangun sebuah teknologi informasi, contoh : monitor, keyboard, mouse, printer, harddisk, memori, mikroprosesor, cd-rom, CPU dan lainnya
2) Perangkat Lunak/Software
Program yang dibuat untuk keperluan tertentu yang tersusun atas program yang menentukan apa yang harus dilakukan komputer.
3) Manusia/Brainware
Adalah personel yang terlibat langsung dalam penggunaan komputer, seperti sistem analis, eb designer, animator, programer, operator, user dan lainnya.

BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Karakteristik Seorang Wirausaha
Masih berdasarkan Eddy Soreyanto Soegoto (2015, 27), bahwa hakikat entrepreneur adalah orang-orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis; mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan ang tepat, mengambil keuntungan serta memiliki sifat, watak dan kemauan untuk mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatof dalam rangka meraih sukses/ mningkatkan pendapatan.
Seperti dijelaskan dalam buku Menjadi Pebisnis Ulung, Eddy Soeryanto Soegoto (2015,28) menjelaskan bahwa Entrepreneurship tidak hanya dapat berencana, berkata-kata tetapi juga berbuat, merealisasikan rencana-rencana dalam pikirannya kedalam suatu tindakan yang berorientasi pada sukses. Maka dibutuhkan kreativitas, yaitu pola pikir tentang sesuatu yang baru, serta inovasi, yaitu tindakan dalam melakukan sesuatu yang baru. Hakikat entrepreneurship sendiri yaitu :
1. Entrepreneurship adalah sebuah nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses dan hasil bisnis. (Ahmad Sanusi, 1994)
2. Entrepreneurship adalah suatu nilai yang dibutuhkan untuk memulai sebuah usaha dan mengembangkan usaha. (Soeharto Prawiro,1997)
3. Entrepreneurship adalah sebuah proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (kreatif) dan berbeda (inovatif) yang bermanfaat dalam memberikan nilai lebih.
4. Entrepreneurship adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatuyang baru dan berbeda. (Drucker,1959)
5. Entrepreneursip adalah sebuah proses penerapan kreativitas dan keinovasian dala, memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan usaha. (Zimmerer,1996)
6. Entrepreneurship adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan.

Karakteristik seorang entrepreneur meliputi ciri dan sifat, dengan penjelasan sebagai berikut :
Ciri dan Sifat Entrepreneur
CIRI
SIFAT

Percaya diri
Keyakinan, kemasndirian, individualitas, optimisme.

Berorientasi tugas dan hasil
Kebutuhan akan prestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik, dan memiliki inisiatif.

Pengambil risiko
Memiliki kemampuan mengambil risiko dan suka pada tantangan.

Kepemimpinan
Berjiwa pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap saran atau kritik yang membangun.

Keorisinilan
Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serbabisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas.

Berorientasi ke masa depan
Persepsi dan memiliki cara pandang/ cara pikir yang berorientasi pada masa depan.

Jujur dan tekun
Mengutamakan kejujuran dalam bekerja dan tekun dalam menyelesaikan kerja.

Sumber : Menjadi Pebisnis Ulung, 2015


3.2 Sikap dan Kepribadian Seorang Wirausaha
Dalam buku Menjadi Pebisnis Ulung oleh Eddy Soeryanto Soegoto (2015: 30) Sikap yang harus dimiliki seorang entrepreneur dalam membangun dan mengembangkan usaha meliputi :
1) Disiplin
Disiplin atas ketepatam waktu, kualitas pekerjaan, sistem kerja, kesepakatan yang dibuat dan taat azas.
2) Komitmen Tinggi
Memiliki komitmen yang tinggi, jelas, terarah dan bersifat progresif (berorientasi pada kemajuan) atas kesepakatan yang telah dibuat dengan seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Jelas, terarah dan bersifat progresif (berorientasi pada kemajuan).
Komitmen terhadap konsumen adalah pelayanan prima yang berorientasi pada kepuasan konsumen, kualitas produk yang sesuai dengan harga produk yang ditawarkan dan problem solving bagi masalah konsumen sehingga kepercayaan konsumen akan berimbas pada pembelian yang terus meningkat sehingga profit perusahaan meningkat.
3) Jujur
Kejujuran sangat melekat pad akonsep pemasaran yang berorientasi pada kepusasan konsumen. Wirausahawan harus menjunjung tinggi kejujuran dalam melakukan kegiatan usahanya sehingga akan mendapatkan konsumen aktual dan potensial, baik jangka pendek maupun jangka yang panjang.
4) Kreatif dan inovatif
Untuk memenagkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki daya kreatiifitas yang tinggi. Daya kreativitas sepantasnya dilandasi dengan pola berfikir yang maju,guna terciptanya gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang sudah ada selama ini dipasar.
Sebuah gagasan yang kreatif tidak dapat dibatasi oleh ruang, dalam bentuk ataupun waktu. Seringkali ide genius yang memberikan gebrakan baru terhadap dunia usaha awalnya dilandasi oleh gagasan-gagasan kreatif yang kelihatannya mustahil.
Namun gagasan-gagasan yang baik sekalipun, jika tidak diimplementasikan dalam kehidupan nyata, hanya akan menjadi sebuah mimpi.
Gagasan-gagasan genius pada umumnya membutuhkan daya inovasi yang tinggi dari seorang wirausahawan yang bersangkutan. Kreativitas yang tinggi tetap membutuhkan sentuhan inovasi agar laku di pasaran.
Inovasi yang dibutuhkan adalah kemampuan seorang wirausaha dalam menambahkan nilai manfaat terhadap suatu produk dan menjaga mutu produk dengan memperhatikan orientasi pasar .
Dengan bertambahnya nilai guna atau nilai pada suatu produk, maka meningkat pula daya jual produk tersebut dihadapan pembeli, karena adanya peningkatan nilai ekonomis produk tersebut bagi konsumen.
5) Mandiri
Seorang entrepreneur harus memiliki sikap mandiri dalam mengelola usahanya, yakni tidak bergantung pada pihak lain dan mengambil keputusan atau bertindak, termasuk mencukupi kebutuhan usahanya.
6) Realitas
Penetapan keputusan bisnis harus realistis, objektif dan rasional dengan melihat fakta/realitas di lapangan dan menyeleksi masukan atau saran dari luar.
3.3 Pengaruh Teknologi Informasi bagi Dunia Usaha
Seiring dengan berkembangnya kemajuan ilmu pengetahuan, maka teknologi dan informasi-pun merasakan akibatnya yang semakin berkembang pesat. Teknologi informasi secara sadar membantu mendukung gaya hidup dan pola pikir modern.
Dalam dunia usaha, kemajuan teknologi informasi sangat dimanfaatkan, salah satunya dengan penerapan informasi, penerapan teknologi dan informasi menyebabkan perubahan pada bidang usaha. Salah satunya dengan pemanfaatan E-Commerce digunakan sebagai media/alat berdagang yang dapat diakses oleh semua lapisan dan kalangan masyarakat.
Keberadaan Teknologi Infomasi memberikan kemudahan serta kelancaran dalam melakukan urusan bisnis dengan rekan bisnis lintas negara sekalipun. Dalam sebuah perusahaan komunikasi antar pegawai antar perusahaan bisa diakses melalui email tanpa harus terkendala waktu dan tempat .
Secara tidak langsung teknologi informasi sangat memberikan solusi urusan usaha menjadi cepat dan dapat meminimalisisr biaya yang harus dikelurakan dan waktu yang harus dikorbankan. Perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat, menuntut manusia modern untuk bisa bertindak cepat dan mengimbanginya juga, apabila tidak bisa mengimbangi pertumbuhan teknologi informasi kita akan menjadi manusia yang tertinggal dengan zaman. Dengan demikian dalam dunia usaha, setiap pegawai/karyawan dituntut untuk melek teknologi informasi untuk bisa menggunakan semua perangkat baik hardwarare maupun software untuk mendukung segala aktifitas usaha perusahaan maupun individu .
Setiap pelaku usaha harus dapat mengikuti laju perkembangan teknologi informasi agar tidak tertinggal dengan pesaing-pesaing usaha yang dapat optimal menggunakan media teknologi informasi sebagai pendukung kegiatan E-Commerce mereka.
3.4 Manfaat dari Perkembangan Teknologi Informasi bagi Pelaku Wirausaha
Pemanfaatan teknologi informasi dari segi usaha akan memberikan dampak baik bagi keberlangsungan usaha yang kita bangun, berikut pemaparan beberapa manfaat dari perkembangan teknologi informas bagi duia usaha muapun pelaku wirausaha :
1) Peluang Bisnis Baru (E-Business)
Teknologi dan informasi yang semakin berkembang akan mendorong orang untuk menciptakan peluang-peluang yang sangat menguntungkan juga sebagai modal bisnis, seperti pemanfaatan kemajuan teknologi dan informasi yaitu Google. Dimana aplikasi Google menjadi aplikasi search engine utama di dunia bagi semua orang.
2) Minimalisir biaya produksi dan oprasional
Teknologi informasi dapat membantu mengurangi biaya produksi perusahaan, sehingga perusahaan akan mendapat keuntungan yang besar dan pengeluaran yang kecil. Hal tersebut akan membantu perusahaan untukdapat menambah jumlah produksi barang.
3) Memudahkan komunikasi dan pemantauan karyawan
Mempermudah komunikasi dan memantau kinerja setiap karyawan, sehingga karyawan tidak perlu datang keruang rapat dan berkumpul, namun bisa dilakukan dengan teleconference untuk bisa saling berkomunikasi. Hal tersebut menjadikan rapat lebih efektif dan efisien serta sekaligus dapat mengawasi kinerja karyawan.
4) Mempermudah akses dan penyebaran informasi
Mempublikasikan kabar melalui media internet tentunya dapat dengan mudah tersebar luas, kita dapat menyebarkan berita sesuai dengan kebutuhan dan keperluan yang juga dapat berinteraksi langsung melalui gadget yang kita miliki.
5) Komunikasi cepat
Internet membuktikan bahwa kecepatan berkomunikasi dengan orang yang dituju seperti email banayk digunakan untuk chat maupun mengirimkan dokumen dengan cepat.
6) Rekruitmen tenaga kerja
Perekrrutan tenaga kerja baru melalui internet semakin diminati di dunia usaha/bisnis. Tenaga kerja dan pencari kerja tidak perlu bertemu langsung namun cukup dengan komunikasi melalui internet.
7) Analisis pproduk pasar
Internet dijadikan ruang untuk melakukan riset pemasaran, karena produsen dapat langsung berhadapan dengan pelanggann/konsumennya. Analisis pasar ini membantu perusahaan dalam mendapatkan ide untuk mengembangkan produk baru yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Pengguna internet dapat memanfaatkan informasi yang tersedia untuk melakukan analisis produk serta persaingannya. Hal tersebut mempengaruhi munculnya kreatifitas dan inovasi baru.
Teknologi informasi tidak bisa dipisahkan dengan dunia usaha, karena berbagai keuntungan dan kemudahan dapat dinikmati oleh pelaku usaha. Namun tetap teknologi informasi harus digunakan secara bijak.
Mengenai manfaat teknologi informasi, seperti dijelaskan dalam buku menjadi pebisnis ulung, menurut Eddy Soeryanto Soegoto (2015: 504-505) menyebutkan bahwa tidak ada organisasi yang mampu mengingkari kekuartan teknologi di dunia modern. Sistem teknologi informasi saat ini dapat membantu suatu bisnis untuk menjadi lebih responsif, efisien, dan fleksibel dalam wujud perubahan yang cepat dan berkelanjutan. Pemanfaatan teknologi informasi yang tepat akan membuat suatu perusahaan mempercepat proses dan fokus pada inti keahlian dan kemampuan yang membedakannya dari pesaingnya di pasaran. Kegagalan merangkul kesempatan yang ditawarkan teknologi informasi dapat menyebabkan kegagalan bisnis. Menggunakan kekuatan dari sitem teknologi informasi modern untuk mengambil manfaat terbaiknya merupakan keahlian strategis yang telah menjadi persyaratan penting jika suatu organisasi tetap ingin mengungguli pesaing-pesaingnya. Teknologi informasi memenuhi banyak fungsi dalam suatu organisasi termasuk proses otomatis dan manajemen sistem; tetapi bagi para manajer, peran kuncinya adalah untuk memberdayakan teknologi. Manajer harus memilih dan menggunakan sistem teknolohi informasi untuk berkomunikasi dengan lebih efisien untuk menyederhanakan proses bisnis.
Manfaat pribadi :
? Teknologi informasi membantu kita bekerja lebih cerdas dan bukan lebih keras
? Teknologi informasi membuat kita dapat bekerja jauh dari kantor
? Teknologi informasi membuat kita tau informasi meskipun sedang dalam perjalanan
Manfaat bagi bisnis/ usaha :
? Teknologi informasi membuat kita lebih dekat dengan konsumen
? Teknologi informasi dapat membantu kita untuk menurunkan biaya
? Teknologi informasi membantu kita agar lebih fleksibel.
Memanfaatkan kekuatan teknologi informasi
Untuk mendapatkan manfaat yang maksimum dari penggunaan teknologi informasi, suatu organisasi harus meyakini bahwa sistem tersebut benar-benar efektif dalam emenuhi kebutuhan. Pembuat keputusan harus menciptakan kepemilikan teknologi yang efisien dan harus fokus pada penggunaan teknologi informasi untuk memperoleh keuntungan yang bersaing. Eddy Soeryanto Soegoti (2015 : 505).
Contoh pemanfaatan teknologi informasi E-commerce adalah :
1 hingga sampai kepada tanagn pembeli maka pihak Tokopedia mengirim uang dari konsumen/pembeli ke penjual.

3.5 Peran Teknologi Informasi bagi wirausaha
Teknologi informasi memiliki peranan mendasar bagi dunia usaha dan pelaku usaha, seperti :
1) Fungsi operasional
menjadikan struktur organisasi lebih ramping, dimana alih fungsinya telah diambil alih oleh teknologi informasi. Unit kerja manajemen teknologi informasi akan menjalankan fungsinya sebagai agen pendukung, dimana teknologi informasi diangga sebagai firm isfrastructure.
2) Fungsi control dan monitoring
Teknologi informasi menjadi bagian yang tak terpisahkan pada aktivitas di level menejerial dari setiap fungsi manajer. Sehingga struktur organisasi harus dapat memiliki hubungan yang memungkinkan terjadinya interaksi efektif dengan para manajer.
3) Fungsi Decision dan Planning
Teknologi informasi sebagai rencana usaha dan merupakan pengatur bagi para pimpinan yang dihadapkan pada kenyataan untuk mengambil sejumlah keputusan penting sehariu-harinya.
4) Fungsi komunikasi
Komunikasi masuk kedalam infrastruktur dalam era organisasi modern, dimana teknologi informasi memiliki posisi sebagai sarana atau media internal perusahaan dalam berkomunikasi, berkolaborasi, dan berinteraksi.
5) Fungsi interorganisasi
Adalah sebuah peranan yang keberadaannya dipicu oleh kekuatan globalisasi yang mengharuskan perusahaan untuk melakukan kolaborasi atau menjalin kemitraan dengan perusahaan lain.
Kemitraan strategis berbasis teknologi informasi seperti yang diimplementasikan pada supply chain mnagement, menjadikan perusahaan melakukan terobosan penting dalam mendesign struktur organisasi perusahaan.
3.6 Dampak Perkembangan Teknologi dan Informasi
Perkembangan teknologi informasi memiliki dampak baik positif maupun negatif, diantaramya :
1) Dampak Positif
a. Mendatangkan jenis bisnis baru dengan sebutan e-business dan e-commerce.
E-Business merupakan sebuah bisnis yang dalam proses pengelolaan dan transaksi bisnis menggunakan sistem jaringan internet. Sehingga tidak memerlukan tenaga kerja dan tidak menyita ruang dan waktu. Hal ini berarti bisinis dapat berjalan efektif dan efisien.
E-Commerce yaitu sebuah jenis perdagangan dimana dalam transaksinya menggunakan sistem internet.
b. Banyaknya minat dari perusahaan untuk meluaskan bisnis dalam dunia maya, selain itu memunculkan lapangan kerja.
c. Adanya kemudahan dalam menjalankan bisnis wirausaha dengan semakin bermunculannya forum jual beli.
Disamping hal yang dipaparkan diatas web dapat mendukung kehadiran di dunia bisnis, seperti contoh yang dipaparkan berikut :
? Web memberikan peluang dan kesempatan bagi kegiatan usaha untuk memasuki jaringan yang lebih global
? Web menyediakan informasi kegiatan usaha untuk pelanggan dan masyarakat secara luas
? Web meningkatkan minat masyarakat terhadap produk inovasi baru
? Web menjadikan sarana informasi yang sensitif terhadap waktu
? Web dijadikan sebagai fasilitas menjual produk
? Web menyajikan informasi secara interaktif
? Web dijadikan sebagai forum tanya jawab
? Web berkesempatan memberikan dunia usaha memasuki dunia internsional
? Web sebagai ruang maya untuk melakukan perubahan informasi
? Web sebagai ajang test produk yang ditawarkan

2) Dampak negatif
a. Kemudahan melakukan transaksi di internet akan memfasilitasi juga menyebabkan terjadinya transaksi terlarang sebagai transaksi yang ilegal.
b. Kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi menyebabkan semakin maraknya kasus penipuan secara online.

3.7 Strategi Digital Marketing untuk Menjadi Seorang Wirausaha di Era Teknologi Informasi
Era digital meliputi internet menjadi tools penting karena mempunyai kekuatan untuk meraih jaringan yang luas dan memberikan kemampuan untuk berbicara kepada seseorang. Disamping itu untuk mengetahui bagaimana memasarkan merek diinternet penting untuk diketahui. Dengan cara :
1) Memasang merek di web
Apakah anda mempunyai kehadiran yang riil di dunia nyata atau hanya eksis semata-mata pada organisasi online, merek anda adalah aset yang paling berharga. Di dunia online dimana konsumen tidak dapat melihat atau menyentuh produk anda, nilai merek andalan yang menciptakan kepercayaan diri dan mendorong konsumen untu melakukan bisnis dengan anda. Dunia maya sangat luas, meskipun merek anda terkenal di dunia nyata, mudah tersesat pada hiruk pikuk komersial dunia online. Sayangnya, internet membuat anda dapat mendekati audiens anda dengan lebih dekat dan memusatkan upaya anda terhadap pasar. Bekerja keras untuk mengidentifikasi pasar untuk merek anda dan menggunakan kehadiran online anda untuk berkontribusi terhadap audiens anda. Selalu bertujuan untuk memberikan nilai tambah kepada konsumen online seakan-akan tidak ada lagi metode lain, akan dapat membangun bisnis dan kesetiaan.
Kekuatan yang besar dari suatu web adalah kemampuannya yang membuat anda dapat meraih kelompok kecil yang berminat dan melakukan bisnis dengan mereka dengan biaya yang efektif serta mengembangkan hubungan jangka panjang dengan memberikan nilai tambah pelayanan.
untuk mempromosikan merek anda, situs web anda harus mempunyai alamat yang efektif, cepat diakses dan petunjuknya mudah dan hatus memberi semua pengunjung nilai yang baik.
2) Meluncur ke Marketing Online
Marketing langsung bekerja dengan sangat baik secara online karena fasilitas internet kontak satu-satu. Kesetiaan konvensional dan kampanye retensi efektif dan penting untuk menjaga konsumen. Marketing langsung di internet mempunyai keuntungan utama karena membuat organisasi dapat meraih hasil dengan mudah dan memperoleh umpan balik dengan cepat sat menguji kampanye marketing baru. Untuk mengumpulkan informasi dengan kualitas yang bagus anda perlu pengunjung untuk ikut serta dalam rincian pribadi. Sediakan insentif yang riil untuk mendorong peserta.




BAB IV
KESIMPULAN & TUJUAN
Pengaruh dan peranan teknologi informasi pada saat ini secara tidak langsung membuat bisnis atau kegiatan usaha semakin berkembang. Keberadaan teknologi informasi dalam kegiatan usaha dapat meningkatkan nilai efisiensi biaya dan keefektifan waktu.
Teknologi informasi yang semakin maju tentunya mempunyai dampak negatif dan positif dalam dunia usaha, yaitu lebih memudahkan dan dapat meningkatkan hasil produksi serta pendapatan. Namun disisi lain banyak pekerjaan yang semula dikerjakan oleh orang kini dapat digantikan oleh teknologi. Teknologi sejatinya dapat menimbulkan ancaman bagi tenaga kerja yang tidak ahli dalam konteks ini, karena posisi terancan dengan perkembangan kemajuan teknologi itu sendiri.
Dari pemaparan diatas disimpulkan bahwa banyak manfaat dari adanya teknologi informasi juga internet bagi dunia usaha/bisnis. Berbagai informasi-informasi yang berhubungan dengan wirausaha dapat diakses melalui internet. Disamping itu pula sebagai sarana rekruitmen tenaga kerja dan penyedia lowongan kerja. Para wirausaha memanfaatkan media sebagai alat untuk perekrutan tenaga kerja.
Dengan melihat berbagai peluang dan manfaat yang diperoleh, seala kegiatan usaha atau perusahaan dapat melakukan kegiatan-kegiatan dalam menunjang bisnisnya dengan cara :
? Rekruitmen tenaga kerja
? Iklan produk dan jasa
? Penelusuran order pelanggan
? Transaksi elektronis
? Distribusi barang
? Sumber bisnis dan jaringan pribadi
? Katalog online
? Komunikasi bisnis
Tujuan Besar Dalam hidup ini tidak semudah membalikan telapak tangan untuk meraihnya, butuh satu jalan yang panjang utuk menggapainya Tujuan hanyalah istilah, proses untuk mencapainya adalah realita. Besar pencapaian seseorang diukur dari halang rintang yang berhasil dilewatinya untuk mencapai suatu tujuan. Untuk dapat mencapai hal-hal yang hebat, tidak hanya bertindak, kita juga harus bermimpi, tidak hanya berencana, kita juga harus percaya. Alasan sebagian besar orang tidak pernah menggapai tujuan mereka adalah karena mereka tidak menegaskan, atau mempertimbangkannya dengan serius sebagai sesuatu yang bisa dipercaya ataupun dicapai. Tidak ada peluang, takdir, nasib yang dapat menghambat maupun mengendalikan keputusan yang teguh dari jiwa yang bertekad, karena Ada otak di dalam kepalamu, Ada kaki di dalam sepatumu, Kamu bisa mengarahkan dirimu sendiri dalam setiap langkah yang kamu pilih. Maka tak seorangpun merupakan alasan dari kebahagiaanmu, kecuali dirimu sendiri.














DAFTAR PUSTAKA

Soegoto, Eddy S. "Entrepreneurship Menjadi Pebisnis Ulung (edisi revisi.) Jakarta: PT." Elex Media Komputindo (2009).
Nugroho, Adi. "E-Commerce Memahami Perdagangan Modern di Dunia Maya." Informatika, Bandung 3 (2006).
Akbar, Ali. "Panduan Cepat Menguasai Teknologi Informasi dan Komunikasi." Yogyakarta: Gava Media (2006).
Diskusi Materi kelompok 1 mata kuliah Kewirausahaan TI, Semester Atas F, Prodi Sistem Informasi, STMIK Royal Kisaran 2020.