The Role Models

The Role Models

The Role Models

THE ROLE MODELS
foto ilustrasi oleh Diana BS

Kita mungkin sudah tahu bahwa ada empat wanita yang sudah dijamin jadi penghuni surga.

Mereka menjadi iconic, yang populer yaitu Maryam binti Imran (ibunda Nabi Isa as), Asiyah binti Muzahim (istrinya Firaun), Fatimah binti Rasulullah SAW (putri Rasulullah) dan Khadijah binti Khawailid (istri Rasulullah).

Kenapa sih empat perempuan itu menjadi wanita yang sudah dijamin berada di surga?

Yang punya diri perempuan, yang punya anak perempuan, yang punya adik perempuan, yang punya ponakan atau siapapun coba kita perhatikan ini. Kenapa di hadits tersebut disebutkan bahwa empat wanita terpilih itu adalah wanita icon surga.

Perempuan ideal itu harus mempunyai 4 kriteria yang dimiliki 4 wanita penghuni surga. Mereka menjadi populer di surga, itu karena amalan dunianya. Jadi kita kalau mau mencapai target layak mendapat surga, bahkan kalau kita mau membuat kurikulum pendidikan pun harus mengarah ke sana. Mengantarkan anak didik untuk tau bagaimana kreteria penghuni surga.

1. Maryam binti Imran
Maryam itu adalah single parent. Dia punya kemampuan mengurus anaknya. Dia menghadirkan sisi maskulin lewat keluarga Imron. Maryam diberi Allah pertahanan ketika dia tidak mampu menghadapi ujian-ujian hidup dengan bermunajad di mihrobnya.

Jadi Maryam nggak dikasi hp. Maryam cuma butuh mihrob. Buat apa? Buat sujud.
“Jadi kalau elu perempuan. elu punya masalah, masalahnya pasti nggak seberat maryam.”

Bayangkan misalnya, ada anak pesantren, tiba-tiba hamil, itu kan luar biasa fitnahnya. Kalau dia anak badung, suka dugem, orang nganggapnya wajar. Nah ini anak pesantrena sangat menjaga diri nggak pernah disentuh laki-laki...itu ujian yang kaya’ apa rasanya??

2. Fatimah binti Rasulullah SAW

Kalau kita pingin punya kapasitas seperti perempuan ahli surga, maka kita harus bisa memuliakan orang tua kita. Jadi birul walidaini itu yang utama. Laki-laki yang kuat, laki-laki yang tegar, yang dekat sama anak perempuannya akan menghasilkan anak perempuan yang kuat.

Maka kita harus menjadi perempuan yang tegar supaya ketegaran kita itu nanti berbuah kepada orang tua kita. Kalau orang tua kita nggak benar, justru kita harus menjadi perempuan yang benar. Agar itu nanti menjadi penolong orang tua kita. Kalau orang tua kita masih hidup, mudah-mudahan dia mendapat hidayah dari Allah, kalau sudah meninggal, mudah-mudahan Allah lapangkan kuburnya, terangkan kuburnya dan semoga mereka ditemani oleh para malaikat yang cantik, bukan yang bau, yang jelek, yang mengerikan.

3. Khadijah binti Khawailid

Khadijah adalah sosok sempurna seorang perempuan. Waktu hidup aja sudah mendapat salam dari Allah lewat malaikat Jibril, mengabarkan kalau sudah ada istana untuknya di surga. Sampai divisualisasikan istananya itu. Khadijah, memang nggak banyak kisahnya. Kalau Aisyah kan banyak ya...Aisyah lomba lari, Aisyah cemburu ... dan lain-lain. Khadijah itu generasi akar. Nggak pernah kelihatan. Tapi ketika fatul Makkah, ketika Mekkah itu berhasil ditaklukkan, apa yang dilakukan Rosululloh pada Khadijah?

Dalam satu siroh disebutkan Rosululloh itu membuat kemah di dekat makam Khadijah di Mekkah. Saat itu Rosululloh bukan ke istri-istri lainnya. Tapi membuat tenda dan menangis di dekat makam Khadijah.

Mungkin kita nggak mampu seperti Khadijah. Ketika kita meninggal, suami kita merasakan peran kita sampai seperti itu. ada seorang teman bercerita, katanya ketika dia ke gua hiro, dia merasa compang-camping, kaya’ gombal kalau orang jawa bilang.

Ketika hiking ke gua hiro itu dia bilang,”Laki-laki biasa saja kalau punya istri yang mau nganterin makanan ke tempat yang setinggi itu (saat dia ke sana, jalan sudah di aspal) nggak mungkin nggak cinta mati. Apalagi laki-laki sebaik Rosululloh. Wajar begitu tinggi penghargaan dan cinta untuk Khadijah.”

Siapa yang tidak merasa tercabik-cabik bagai gombal tak berharga. Kita ini masih sangat tidak ada apa-apanya, kita mau dikasi Allah kedudukan seperti wanita penghuni surga itu yang kapasitasnya luar biasa? Sangat jauh untuk mengejar mereka.

Kalau mau modeling, merekalah yang pantas menjadi role model kita sehingga kita ngga pernah kibir, nggak pernah merasa sombong atas apa yang sudah kita lakukan. Kebaikan kita nggak akan pernah bisa menyamai apa yang sudah dilakukan para wanita 'icon' surga. Belum lagi Khadijah bahkan menyerahkan seluruh hartanya untuk dakwah.

Kita harus banyak membaca siroh tentang Khadijah supaya kita nggak tertipu sama posisi kita. seolah-olah kita sudah menjadi orang baik-baik dan sudah lakukan yang terbaik, padahal masih jauh, jadi kita nggak ke-GR-an.

4. Asiyah binti Muzahim

Asiyah adalah perempuan yang bisa mempengaruhi lungkungan. Asyiah bisa membuat suaminya yang kafir menerima Musa sebagai anak angkat. Padahal itu jelas musuhnya. Bagaimana Asyiah bisa meyakinkan bahwa ini adalah anak yang bisa menjadi cahaya mata mereka? Mereka memang nggak punya anak. Suami Asyiah adalah seorang kafir sejagad. Tapi Asyiah bisa memastikan bahwa,”Ini bayi yang ku mau. Kamu memang bermimpi tentang bayi yang akan jadi musuhmu. Mimpi kamu kan cuma 1 bayi, belum tentu bayi yang ini. Aku mau bayi yang ini.” Itu cara Allah menundukkan hati Asyiah pada Nabi Musa. Dan Nabi Musa dirawat oleh Asyiah.

Kalau menurut logika manusia, ketika ada hal yang membahayakan kita, pasti kita menghindar. Kita takut anjing, kita hindari anjing. Tapi itu logika manusia. Allah nggak begitu. Allah justru masukkan Rosul-Nya ke dalam sarang musuh-Nya. Jadi dari kecil Nabi Musa tau bagaimana Fir’aun itu dalam kehidupannya.

Ada kisah kenapa Nabi Musa menjadi cadel. Karena Nabi Musa memasukkan bara api ke dalam mulutnya. Dan itu sebenarnya salah satu trik Asyiah untuk meyakinkan Fir’aun bahwa ini bukan bayi yang ada dalam mimpi Fir’aun. Kenapa? Musa bayi itu sudah tau siapa musuhnya. Beliau itu kan Rosululloh. Di masa bayi Nabi Musa sudah bisa narik jenggot Fir’aun. Jenggot Fir’aun itu dikepang. Nah waktu itu ditarik oleh Nabi Musa kecil dan copot beberapa. Karena merasa sakit Fir’aun spontan melemparkan Musa.

Setelah kejadian itu Fir'aun makin nggak suka pada Nabi Musa, Asyiah berusaha untuk membuat Fir’aun bisa menerima Nabi Musa. Dia meyakinkan bahwa ini bayi biasa. Kemudian dilakukan tes dengan memberi 2 wadah. Satu berisi makanan, satu lagi bara api. Dan musa memasukkan bara api ke dalam mulutnya. Jadi Asyiah adalah seorang perempuan yang bisa meng’create’ lingkungannya, bisa memprotek lingkungannya untuk Rosul Allah.

Semua perempuan harus bisa melakukan itu. Kita harus bisa mempengaruhi lingkungan kita untuk bisa menghadapi musuh-musuh Allah. Dan itu nggak mungkin dilakukan perempuan yang biasa saja. Harus perempuan yang kuat. Harus cerdas, tanggap mana hak mana bathil.
Pengetahuan kita harus terus up date. Kalau kita bicara pake quran, sampai kiamat pun akan up date. Kalau bicara pakai logika saja, terus ada yang pas, itu hanya kebetuakan.

Berjalanlah sesuai dengan isi Quran.

Itulah sekilas tentang 4 icon surga yang pantas jadi role model kita para perindu surga.

Catatan Diana BS.
Base on tausyiah Ustadzah Dian H