Timnas U19 Kebangkitan Pemuda

Timnas U19 Kebangkitan Pemuda

Timnas U19 Kebangkitan Pemuda

Timnas U19 Kebangkitan Pemuda

Timnas U19 AFC 2018. Foto ist

Timnas U19 yang berhasil lolos ke perempat final Piala AFC 2018 seakan simbol kebangkitan pemuda di antara kecemerlangan prestasi olahraga lainnya serta kemajuan berbagai bidang.

Sekretaris Umum DPP Kerukunan Keluarga Kisaran (KKK) Bachtiar Dewantara mengatakan hal itu di Depok Minggu (28/10) sore.

"Momentum Sumpah Pemuda tahun 2018 ini dihiasi prestasi pemuda di berbagai bidang. Kalah menang dalam olahraga soal biasa namun kemajuan prestasi olahraga khususnya sepakbola tak dapat disangkal. InsyaAllah ini pertanda kebaikan masa depan Indonesia," cetusnya.

Tempo.co Minggu tanggal 28 Oktober 2018 pukul 13.11 WIB; bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, menurunkan laporan tentang Kebangkitan Nasional ditandai berbagai prestasi internasional bidang olahraga oleh anak muda Indonesia.

Tempo.Co merilis Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengukuhkan penyelenggaraan Asian Games dan Asian Para Games 2018 menjadi momentum revitalisasi Sumpah Pemuda ke-90 menyusul pencatatan sejarah prestasi Indonesia dalam bidang olahraga dan bidang kreatif penyelenggaraan di tingkat Asia.

Baca:Timnas U-19Vs Jepang, Indra: Momentum Sumpah Pemuda

"Asian Games dan Asian Para Games bukan hanya menjadi tonggak prestasi Indonesia dalam bidang olahraga melainkan juga memunculkan inovasi dan kreativitas dalam bidang lain. Prestasi-prestasi itu perlu terus dirawat dalam peringatan Sumpah Pemuda," kata Deputi II Bidang Pengembangan Pemuda Asrorun Ni'am Sholeh selepas upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-90 di Jakarta, Minggu 28 Oktober 2018.

Baca:Piala AFC: AlasanTimnas U-19Indonesia Pilih Latihan Pagi

Ni'am mengatakan Indonesia juga menciptakan kebangkitan Sumpah Pemuda melalui momentum prestasi tim nasional sepak bola U-19 yang telah berhasil lolos ke putaran perempat final Piala AFC U-19 pada 2018.

Baca:Akan NontonTimnas U-19di TV, Presiden Jokowi: Harus Optimistis

"Tepat pada 90 tahun lalu, ikrar Sumpah Pemuda dibacakan oleh anak-anak muda dari berbagai latar belakang etnis, sosial, bahasa, serta agama. Keberagaman latar belakang itu tidak menghalangi mereka untuk bersatu. Bahkan, keberagaman meneguhkan persatuan dan kesatuan," katanya.

Keberagaman dan persatuan Indonesia, Ni'am melanjutkan, perlu direvitalisasi melalui peringatan Sumpah Pemuda pada 2018 menyusul potensi disintegrasi karena kesalahpahaman terhadap realitas keberagaman Indonesia.

"Keberagaman selayaknya menjadi komponen kebersamaan dan komitmen membangun bangsa serta menyatukan Indonesia menjadi bangsa yang maju dan besar," katanya.

Peringatan Sumpah Pemuda ke-90 di Kementerian Pemuda dan Olahraga juga dilakukan dengan pemberian apresiasi kepada 36 pemuda dari seluruh Indonesia dengan berbagai prestasi di bidang pendidikan, lingkungan, teknologi, pemuda wirausahawan, dan penyandang disabilitas berprestasi.

Baca:Timnas U-19Vs Jepang, PSSI Siapkan 3 Layar Raksasa di GBK

"Kami memberikan apresiasi kepada para pemuda yang punya prestasi dalam bidang kepemimpinan, kewirausahawanan, serta kesukarelawanan. Kami mengantarkan mereka sebagai tokoh inspirasi bagi anak-anak muda Indonesia," kata Ni'am tentang penghargaan dengan nominal Rp10 juta hingga Rp50 juta itu.