Trend Perilaku Organisasi

Trend Perilaku Organisasi

Trend Perilaku Organisasi

Trend Perilaku Organisasi


Sejak tiga dekade ini sudah timbul kesadaran peran penting yang didasari pemahaman tentang perilaku manusia dalam menentukan efektifitas seorang manejer.

Aspek aspek tehnis manajemen, ilmu ekonomi, akutansi, keuangan dan teknik kuantitatif yang sebelumnya menjadi fokua semakin berpola dengan munculnya trend Perilaku organisasi.

Pengembangan kemampuan interpersonal bagi manejer adalah mutlak diperlukan guna memajukan organisasinya dengan mempertahankan pekerja dan kinerja yang prima.

Hal ini dikarenakan berdasarkan survey bahwa kepuasan kerja sangat ditentukan oleh hubungan sosial antara pekerja dan atasan mereka di mana menciptakan iklim organisasi dengan tingkat stress rendah sehingga membuat betah sumberdaya manusia di dalam organisasi itu.

Manejer dengan kemampuan ketrampilan interpersonal yang baik akan membuat hubungan kerja kondusif, aliran permasalahan menuju wayout (jalan keluar) menjadi lancar, suburnya media tumbuhnya ide dan gagasan dalam komunikasi aktif, suportif dan kreatif.

Suasana kompetitif di tempat kerja akan muncul di tangan seorang manejer dengan ketrampilan interpersonal yang tinggi. Kemampuan teknis seorang manejer akan menjadi tidak berarti apa apa jika tidak memiliki ketrampilan interpersonal, komunikasi terhambat serta target produksi dan pasar hanya menyuguhkan permasalahan yang kompleks.

Kesadaran bahwa ketrampilan interpersonal harus melekat pada seorang manejer dalam menggerakkan organisasinya membuat trend Perilaku Organisasi semakin mendapat tempat.

Perilaku Organisasi atau ada yang menyebutnya sebagai Organizational Behavior merupakan bidang studi yang menginvestasi pengaruh individu, kelompok, dan struktur terhadap perilaku dalam organisasi untuk tujuan penerapan pengetahuan demi peningkatan efektifitas organisasi.

Perilaku Organisasi bisa dipahami sebagai studi mengenai apa yang dilakukan manusia dalam sebuah organisasi dan bagaimana perilaku manusia itu mempengaruhi kinerja organisasi.

Perilaku organisasi bertumpu pada misalnya situasi terkait pekerjaan, kerja, absensi, mutasi dan rotasi, kinerja, ide dan gagasan, inisiatif,manejemen, dan produktifitas. Hal ini terkait dengan motivasi, perilaku dan kekuasaan pemimpin, komunikasi interpersonal, struktur dan proses kelompok, rancangan kerja, konflik dan negosiasi, pengembangan dan persepsi sikap, proses perubahan.

Seorang manejer harus mampu mengenali dan memahami Perilaku Organisasi. Perubahan perubahan yang terjadi di dalam organisasi oleh system eksternal yang berlaku umum akan membawa persoalan baru misalnya penerapan pekerja kontrak akan merusak titik kesetiaan pekerja dengan tugas dan kelembagaannya.

Pengembangan teknologi juga mempengaruhi Perilaku Organisasi begitu pula situasi ekonomi, sosial dan politik di mana perusahaan beraktifitas.

Akan tetapi perubahan perubahan yang menimbulka masalah sekaligus tantangan justru menghadirkan peluang peluang bagi manejer dengan kemampuan mengenali dan memahami Perilaku Organisasi membawa unit kerja atau organisasinya semakin maju di mana mampu memanfaatkan perubahan dimaksud dalam mencapai tujuan organisasinya.