WASPADA Tak Perlu Khawatir

WASPADA Tak Perlu Khawatir

WASPADA Tak Perlu Khawatir

Menkominfo Rudiantara dan sejumlah wartawan Waspada

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan Harian Waspada tidak perlu khawatir terjadi penurunan pembaca dengan kemunculan media sosial atau media online. Pasalnya, media berbasis internet tersebut masih lebih mengutamakan kecepatan daripada akurasi.

Hal itu dikatakan Menkominfo Rudiantara saat member kata sambutan pada acara resepsi HUT 71 Waspada dan pemberian anugerah kepada sahabat Waspada di Hotel Aryaduta Medan, Rabu (14/2).

Menurut Rudiantara, meski tahun 2017 pengguna smartphone sebanyak 132 juta orang dan diperkirakan jumlahnya akan naik menjadi 140 hingga 150 juta pada tahun 2018, Waspada sebagai media mainstream diyakini tetap survive dengan akurasinya.

“Waspada tidak perlu khawatir karena berdasarkan hasil penelitian ternyata medsos lebih mengedepankan kecepatan daripada akurasi. Akibatnya berita di medsos sering menjadi lingkaran setan yang menyesatkan,” ujar Rudiantara yang sudah dua kali hadir dalam acara HUT Waspada .

Rudiantara mengatakan kepercayaan masyarakat terhadap media cetak khususnya di Indonesia meningkat sekitar 5 persen, sehingga kondisi ini harus dimanfaatkan semua pemilik media cetak untuk meningkatkan pemasaran.

“Kepercayaan masyarakat terhadap media soial menurun juga lima persen untuk itu Waspada jangan takut dengan media online dan kalaupun mau buat perkembangan cukup pada media online saja jangan sampai ke media sosial, “ katanya.

Terkait Pilkada, Rudiantara berharap agar Waspada lebih menonjolkan keakuratan berita agar tercipta Pemilu yang damai dam baik. “Kemenkominfo juga telah mengundang semua penyelanggara medsos agar turut menjaga kedamaian Pilkada seretak di Indonesia dan Bawaslu akan menindak semua medsos yang menyalahi aturan dengan menyebarkan kebencian,” tegasnya.

Sebelumnya, Wapemred Harian Waspada H Teruna Jasa Said menegaskan, usia 71 tahun merupakan perjalanan cukup panjang bagi sebuah media massa nasional dan Waspada tercatat sebagai media massa tertua kedua di Indonesia yang mampu bertahan terbit secara teratur sejak 11 Januari 1947.

“Tiada kata yang paling pas kami ucapkan pada momen bersejarah ini, kecuali bersyukur kepada Allah SWT serta berterimakasih kepada seluruh elemen masyarakat, pembaca setia dan mitra Waspada dari kalangan eksekutif, legislatif, judikatif dan jajaran swasta,” ujar H Teruna Jasa Said.

H Teruna Jasa Said menambahkan, Waspada dikenal dalam sejarah sebagai Koran Perjuangan, Koran Republiken karena lahir dan dibesarkan bersama perjalanan bangsa Indonesia merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Waspada berjuang bersama para pejuang dan mengawal kemerdekaan, lewat pemberitaannya yang mencerdaskan kehidupan rakyat, mempersatukan suku bangsa yang berbeda latar belakang.

“Pendiri Waspada almarhum H Mohammad Said dan almarhumah Hajjah Ani Idrus sudah menggariskan bahwa Waspada dengan motto: Demi Kebenaran dan Keadilan adalah koran semua suku dan agama. Semua aliran politik dan etnis boleh menggunakan media Waspada untuk menyampaikan aspirasi politiknya ke masyarakat dan konstituennya,” sebut Teruna.

Teruna menegaskan, sudah menjadi komitmen seluruh jajaran Waspada untuk mengedepankan profesionalisme, taat pada UU Pers No 40/1999 dan kode etik jurnalistik dalam mengemban misi suci dan fungsi pers yakni menginformasikan berita dan peristiwa, mendidik masyarakat dan proaktif mengontrol elite politik dan kekuasaan. Justru itu, verifikasi dan kebenaran berita menjadi tolok ukur dalam pemberitaan kami setiap harinya.

“Tujuannya adalah kualitas sekaligus melawan berita hoax yang merajalela di media social saat ini. Dengan tingginya tingkat kepercayaan isi (konten berita) yang kami sajikan setiap harinya, kami optimis diterima masyarakat luas dan Waspada tetap survive di tengah kemajuan teknologi informasi saat ini.

Kemajuan teknologi informasi membuat semua orang bisa dengan mudahnya mengakses informasi dari mana saja, tak ada lagi batas negara,tinggal klik…namun begitu, tingkat kebenarannya sangat rendah, bahkan membahayakan masyarakat dan bangsa karena umumnya hoax, berbau SARA dan provokatif sehingga pasti memusingkan pemerintah, khususnya Kemenkominfo karena medsos hanya mengandalkan kecepatan tanpa melakukan verifikasi. “Mayoritas saya tegaskan bukan karya jurnalistik karena di medsos tidak berlaku kode etik dan norma-norma diabaikan,”.

Pada bagian lain, Teruna menyebutkan memasuki tahun politik Pilkada serentak 2018 dan Pemilu serta Pilpres 2019, Waspada berupaya menjaga tingkat independensi dalam newsroom agar terbebas dari intervensi pihak lain.

Adalah kewajiban media untuk mensukseskan pesta demokrasi lima tahunan itu dengan menjalankan fungsi dan profesionalitas pers sehingga Pilkada berjalan lancar, jujur dan adil untuk menghasilkan pemimpin berkualitas. Parameternya adalah bila partisipasi masyarakat dan pemilih semakin cerdas memilih pemimpin berdasarkan track record serta berani menolak money politics.

Adapun pemberian penghargaan berupa Sahabat Waspada Award kepada para tokoh masyarakat, pejabat pemerintahan dan swasta merupakan bagian dari komitmen Waspada menjaga kepercayaan dan kedekatan dengan semua elemen masyarakat.

Penerima Waspada Award adalah mitra Waspada sebagai sumber berita yang wajib kami jaga, tokoh publik yang selalu memberikan kontribusi informasi membangun dan sumber inspirasi, termasuk mereka tak segan-segan memberi kritikan dan masukan kepada kami.

Salah seorang penerima Anugerah Sahaba Waspada 2017, Bupati Tapanuli Selatan H Syahrul M Pasaribu mengaku bahwa dirinya sudah mengenal Waspada sudah cukup lama, apalagi saat berkecimpung di dunia politik dan menjadi anggota DPRD.

“Sejak tahun 1987, saya sudah mengenal Waspada,” ujar Syahrul. Diakui Syahrul, meski telah menjadi Sahabat Waspada, bukan berarti tak bisa dikritik,bahkan acap dikritik di Waspada, apalagi pemimpin daerah sekarang ini dipilih oleh rakyat.

“Meski dikritik, kami tetap menjalin komunikasi dengan Waspada,” ujar Syahrul seraya mengharapkan Waspada terus mempertahankan keobjektifan dan keakuratan berita.

Sementara itu, tokoh masyarakat Sumut Edy Rahmayadi dalam sambutan singkatnya mengharapkan Harian Waspada tetap memberikan sinar, pencerahan dan kontrol sosial kepada masyarakat Sumut. “Semoga Waspada tetap memberikan sinar dan pencerahan sekaligus kontrol sosial kepa-da masyarakat Sumatera Utara,” ujarnya.

Terlihat hadir dalam acara itu Bupati Sergai Ir H Soekirman, Bupati Palas Ali Sutan Harahap TSO, Bupati Tapanuli Selatan Syahrul M Pasaribu, Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan, Bupati Pakpak Bharat Reminggo Brutu, Bupati Karo Terkelin Brahmana, Edy Rahmayadi, Musa Rajecksah/Ijeck, Ketua STIKP Sakhyan Asmara, Ketua MUI Medan Prof M Hatta, anggota DPD RI Parlindungan Purba, Ketua PWI Sumut H Hermansjah, akademisi, tokoh masyarakat dan alim ulama dan Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto.

Dr Parlindungan Purba anggota DPD RI, Ketua Pengprop Percasi Sumut, salah seorang penerima award Anugrah Sahabat Waspada, bersama Nurkarim Nehe, SE, MSP Kabiro Waspada Kisaran.

Penerima anugerah Sahabat Waspada 2017 masing-masing DR dr Rustam Effendi YS, SpPD,KGEH, dokter spesialis, Didit Mahadi Kadar pimpinan Trans Kreasindo, Akmal Ibrahim SH, Bupati Aceh Barat Daya, H Muhammad Amru MSP, Bupati Gayo Lues dan H Pangonal Harahap SE, MSi Bupati Labuhanbatu, DR H Rahmat Shah Ketua PMI Sumut/Mantan anggota DPD RI, Drs H Dahlan Hasibuan Nasution Bupati Mandailing Natal, H M Idaham SH, MSi Wali Kota Binjai, Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM, Wali Kota Tebingtinggi dan H Ashari Tambunan Bupati Deliserdang.

Dr Reminggo Yolanda Brutu MFin, MBA, Bupati Pakpak Bharat, H Syahrul M Pasaribu SH, Bupati Tapanuli Selatan, Parlindungan Purba Ketua Komite II DPD RI, H Ali Sutan Harahap, TSO Bupati Palas, Drs H T Dzulmi Eldin MSi Wali Kota Medan.

Drs H Musa Rajekshah, MHum Cawagub Sumut, Dr Jopinus Ramli Saragih SH, MH Bupati Simalungun, H Edy Rahmayadi CagubSumut dan Gubsu Dr Ir HT Erry Nuradi MSi.

Dikutip dari Waspada edisi Kamis 15 Februari 2018 dan
www.waspadamedan.com